PDIP: Isu PKI Dilontarkan ke Kami Tiap Jelang Pemilu, Itu Jahat

PDIP: Isu PKI Dilontarkan ke Kami Tiap Jelang Pemilu, Itu Jahat

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 02 Agu 2017 09:46 WIB
PDIP: Isu PKI Dilontarkan ke Kami Tiap Jelang Pemilu, Itu Jahat
Eva Kusuma Sundari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - PDIP kerap diserang isu terkait dengan PKI. Menurut PDIP, isu soal PKI yang kerap menerpa mereka menjelang pemilu merupakan bentuk penyerangan.

"Tujuannya untuk delegitimasi PDIP, menjelang pemilu, pileg, pilpres untuk nyerang partai maupun individu-individu kader, termasuk Bu Mega, Pak Jokowi, saya, dan lainnya. Itu jahat," ujar politikus PDIP Eva Kusuma Sundari dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (1/8/2017) malam.

Ada banyak model serangan terhadap PDIP maupun kader-kadernya yang dikaitkan dengan PKI. Eva memberi contoh beberapa di antaranya yang viral di media sosial. Isu-isu itu juga disebarkan melalui instant messanger.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang getol kampanye kan Alfian Tanjung. Dia di Surabaya bilang 80 persen kader PDIP keturunan PKI. Edan, kan, padahal PNI juga berantem dan para seniorku GMNI digebukkin CGMNI (ormas mahasiswa PKI)," tutur anggota Komisi XI DPR ini.


"Sebagian senior GMNI ditangkepi tentara dan dihajar, bahkan dipenjara tanpa pengadilan juga. Gubernur Bali yang PNI juga diculik PKI dan hilang tidak pernah kembali. Jadi aneh kalau sekarang difitnah PKI," sambung Eva.

Berang dengan serangan soal PKI, kader PDIP mulai 'melawan'. Caranya, menurut Eva, adalah melalui jalur hukum.

"Perlawanan via hukum sudah mulai kita lakukan. Di saat medsos sudah jadi mainstream komunikasi dan alat perang sebagian pihak, PDIP mulai berang dengan fitnah tersebut sehingga beberapa kader mulai mempolisikan. Seperti Presiden (Jokowi) juga," kata dia.


"Tapi pelurusan sejarah adalah kunci dari fitnah-fitnah warisan Orba yang akhirnya tidak terkontrol," sambung Eva.

Isu soal PKI ini kembali mencuat setelah Waketum Gerindra Arief Poyuono melontarkan pernyataan yang menyerang PDIP dengan mengatakan 'wajar PDIP disamakan dengan PKI'. PDIP tak terima atas pernyataan tersebut meski Arief sudah meminta maaf.

"Terkait pemberitaan di beberapa di media massa yang menyebutkan pernyataan saya yang mengatakan 'WAJAR SAJA KALAU PDIP SERING DISAMAKAN DENGAN PKI KARENA MENIPU RAKYAT', dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat," demikian kutipan surat dan pernyataan Arief dalam keterangan tertulis, Selasa (1/8). (elz/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads