Fidelis, Penanam Ganja untuk Pengobatan Istri Divonis Hari Ini

Fidelis, Penanam Ganja untuk Pengobatan Istri Divonis Hari Ini

Fajar Pratama - detikNews
Rabu, 02 Agu 2017 09:42 WIB
Fidelis, Penanam Ganja untuk Pengobatan Istri Divonis Hari Ini
Fidelis Arie (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Fidelis Arie Sudewarto, pria yang diciduk aparat karena kedapatan memelihara ganja, akan divonis hari ini. Pihak Fidelis berharap mendapatkan vonis bebas.

"Iya, hari ini vonisnya. Jam 10 pagi," kata pengacara Fidelis, Marcelina Iin, ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (2/8/2017).

Pembacaan vonis akan dilakukan di Pengadilan Negeri Sanggau, Kalimantan Barat. Vonis ini merupakan akhir dari proses hukum Fidelis, setidaknya di tingkat pengadilan pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap vonis bebas," kata Marcelina.

Kasus yang menjerat Fidelis ini menjadi sorotan banyak kalangan. Hal itu disebabkan oleh pengakuan Fidelis yang mengklaim menanam ganja untuk pengobatan istri. Apalagi sang istri Fidelis meninggal saat si suami ditahan polisi. Fidelis ditangkap oleh penyidik BNNK Sanggau, Kalbar.



BNN Tak Percaya Begitu Saja

Meski begitu, Kepala BNN Budi Waseso menyatakan tetap tidak ada ampun untuk kasus narkoba. Alibi Fidelis harus dibuktikan di persidangan. "Nah, itu tetap tidak ada maaf, tidak ada pengampunan," ujar Buwas di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Buwas pun tak percaya begitu saja terhadap pengakuan Fidelis, yang sengaja menanam ganja untuk mengobati istrinya. Seharusnya Fidelis membawa istrinya menjalani pemeriksaan medis sebelum memutuskan menggunakan ganja sebagai obat.

"Itu dari mana penyembuhannya. Kan harus dibuktikan penyembuhannya. Itu harus melalui medis, kata siapa itu (ganja) menyembuhkan," ujarnya.

Fidelis menyebut, setelah diobati dengan ganja, kondisi kesehatan istrinya membaik. Buwas berkata penelitian belum bisa membuktikan ucapan Fidelis.

"Itu kan katanya, penelitian secara medisnya kan belum. Nanti itu jangan dipakai untuk alat pembenaran sehingga ada keinginan beberapa kelompok masyarakat atau LSM yang menginginkan ganja itu dibebaskan, salah satu caranya ya itu, untuk pengobatan. Buktinya apa. Jangan dulu menyimpulkan," ucap dia. (fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads