Awasi Orang Dekat Anda, Ada Banyak Kasus Bunuh Diri Akhir-akhir Ini

Awasi Orang Dekat Anda, Ada Banyak Kasus Bunuh Diri Akhir-akhir Ini

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Rabu, 02 Agu 2017 09:42 WIB
Awasi Orang Dekat Anda, Ada Banyak Kasus Bunuh Diri Akhir-akhir Ini
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Rentetan kasus bunuh diri banyak terjadi belakangan ini. Korbannya berasal dari berbagai kalangan, baik artis maupun orang biasa. Motif mereka mengakhiri hidup juga bermacam-macam.

Dua pekan lalu dunia musik gempar saat tersiar kabar tewasnya vokalis Linkin Park, Chester Bennington, yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Selain di luar negeri, bunuh diri marak terjadi di Indonesia. Yang baru saja terjadi adalah kasus bunuh diri yang dilakukan pasangan suami-istri Daniel Priyono dan Dwi Septi Respati Dewi.

Kisah bunuh diri mengenaskan dan tak patut dicontoh juga terjadi di Bandung. Pemuda bernama Oki (25) meninggal dunia setelah sempat kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, karena cedera parah di tubuhnya setelah loncat dari Jembatan Pasupati pada Kamis (27/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah peristiwa tersebut tak dilakukan diam-diam atau di tempat sepi. Sejumlah kasus bunuh diri sempat ramai jadi pembahasan karena videonya tersebar di media sosial.



Pakar psikologi forensik Reza Indragiri menyebut maraknya aksi bunuh diri diduga karena para pelaku terinspirasi dari kejadian sebelumnya. Dia menyebut kurangnya wawasan juga jadi pemicunya.

"Wawasan yang kurang bisa saja jadi pemicunya. Pola peniruan terhadap sesuatu juga bisa," kata Reza kepada detikcom, Selasa (1/8/2017) malam.

Dia mengatakan, jika seseorang mendapatkan gambar atau video bunuh diri, sebaiknya tak disebarkan kepada orang lain, termasuk orang dekatnya. Itu bisa menjadi cara mencegah orang lain melakukan bunuh diri.

"Sebab dengan menonton dan melihat itu, bunuh diri bisa dengan mudah menular. Jadi sebaiknya tak usah disebarkan atau diperlihatkan kepada orang lain," ujarnya.



Meski tak menyelesaikan masalah, masih ada saja orang-orang yang nekat bunuh diri. Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis mengatakan orang yang melakukan bunuh diri adalah mereka yang merasa putus asa. Sebab, mereka tidak memiliki harapan untuk menjalani hidup ke depan.

"Orang yang bunuh diri itu karena putus asa, tak ada harapan ke depan. Nggak punya harapan ini karena nggak punya iman. Semua bersandar pada rasio. Biasanya menganggap, dengan kematian, selesai masalah," kata Cholil dalam wawancara dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Cholil mengatakan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Masalah yang dialami seseorang merupakan ujian yang diberikan Tuhan untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa.

"Berani hidup, berani hadapi masalah. Yakinlah, tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Kewajiban kita hanyalah berusaha dan berupaya," tutupnya. (abw/elz)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini