DetikNews
Rabu 02 Agustus 2017, 07:06 WIB

113 Hari Kasus Novel, Sejauh Mana Pencarian Pelaku?

Ahmad Bil Wahid - detikNews
113 Hari Kasus Novel, Sejauh Mana Pencarian Pelaku? Foto: Dhani Irawan/detikcom
Jakarta - Sudah seratus hari lebih penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan berlalu. Memasuki hari ke 113, polisi belum juga menemukan pelaku yang menyiramkan air keras ke wajah Novel.

Setelah sekian lama ditunggu, polisi baru merilis sketsa wajah pria yang diduga melakukan penyerangan kepada Novel. Lalu masih sanggupkah polisi bekerja sendirian menuntaskan kasus ini? Perlukan dibentuk tim gabungan agar kasus ini terungkap?

"Itu kan sudah mendapat perhatian dari presiden. Memang presiden ini masih percaya ke Polri kelihatannya. Kalau saja presiden menunjukkan kesungguhannya untuk mengungkap ini, kenapa dia tidak membentuk tim gabungan pencari fakta saja, lebih independen," kata Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas kepada detikcom, Selasa (7/8/2017).

Usulan dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta ini sebelumnya juga telah dilontarkan. Anggota Dewan Pengarah UKP Pancasila Mahfud MD menilai hal itu dapat mempercepat pengungkapan kasus Novel.

Meski Jokowi telah memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian, namun belum ada arahan mengenai pembentukan semacam tim gabungan pencari fakta (TGPF). Hafid mengatakan, lamanya pengungkapan kasus ini tak hanya merugikan Novel sebagai korban. Hak warga negara untuk tahu juga jadi terabaikan.

"Bukan hanya hak korban pada kasusnya, ini hak semua warga negara untuk mengetahui. Jadi harus diberi juga pemahaman ke seluruh warga apa sebenarnya di balik kasus ini, mengapa dan bagaimana," ujarnya.

Jika kasus ini tak segera diungkap, Hafid menilai dampaknya akan merugikan Presiden Joko Widodo. Sebab masyarakat bisa hilang kepercayaan karena tak kunjung dapat jawaban.

"Kalau makin lama bertanya dan jabawan itu tak kunjung datang, tentu nanti ini memberi kegelisahan sosial sehingga bisa membuahkan distrust, ketidakpercayaan pada presiden. Di sini taruhannya kepada presiden Jokowi, mudah-mudahan dia sungguh-sungguh mengungkap," ucap Hafid.

Dia menambahkan, perkembangan pengungkapan kasus ini baru terlihat belakangan. Satu-satunya perkembangan penting menurut Hafid yakni disebarnya sketsa wajah pelaku.

"Ini sudah berlangsung lama, tidak lagi sekedar keinginan tapi rakyat harus tahu bagaimana progresnya dan kelihatannya baru dimulai ada sketsa wajah. sering kali polisi menunjukkan kewibawaan yang luar biasa ketika kasus-kasus lain, cepat sekali diselesaikan," tuturnya.

Belum terkuaknya aspek penting dalam kasus teror air keras terhadap Novel membuat publik bertanya-tanya. Sejauh mana pencarian pelaku teror ini?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah membentuk tim penyidik yang berdasarkan surat perintah untuk mengusut kasus teror Novel. Sedangkan KPK dipersilakan membentuk tim sendiri dan nantinya akan bergabung dengan tim dari Polri.

"Jadi intinya begini, dari polisi ada tim penyidik yang sudah dibentuk surat perintah. Nanti kita juga nanti agar tidak terjadi bias, silakan tim KPK bentuk sendiri. Jadi tim itu nanti bergabung dengan tim penyidik Polri, misalnya mau kita laksanakan, mau lihat kembali apa yang dicurigai, boleh," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (1/8/2017).
(abw/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed