Ferry menyebut, dia mendapat dukungan dari Budayawan Jaya Suprana yang ditemuinya pekan lalu. Dia pun mendapat pesan mengenai kriteria menjadi kepala daerah.
"Menurutya, seorang kepala daerah bisa menduduki jabatan karena dukungan rakyat sehingga harus berpihak kepada rakyat. Kalau ada kemiskinan, bukan rakyat miskinnya yang harus digusur," kata Ferry menjelaskan pesan Jaya kepada dirinya, Selasa (1/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun mengaku senang mendapat dukungan dan wejangan dari Jaya Suprana. Dia menyatakan siap melaksanakan pesan-pesan dari Jaya bila kelak dirinya mendapat amanat untuk memimpin Jawa Tengah.
"Saya kira apa yang disampaikan pak Jaya sangat sejalan dengan pendirian dan sikap saya selama ini. Saya dekat dengan rakyat, bahkan pernah masuk penjara karena berjuang membela rakyat," ucap Ferry.
Tak hanya dari Jaya, dukungan menurutnya pun didapat dari kelompok serikat buruh se-Jawa Tengah. Ferry baru saja melakukan pertemuan dengan perwakilan serikat pekerja tersebut di Semarang.
Foto: Ferry Juliantono (kiri) dan Jaya Suprana (kanan). (Dok. Pribadi). |
"Beberapa hari yang lalu di Semarang juga pernyataan dukungan kepada saya disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) pada saat pertemuan yang dihadiri oleh pimpinan SPN se-Jawa Tengah. SPSI Logam elektronik dan mesin juga mendukung," jelasnnya.
"Hal itu juga disampaikan oleh Sekjen SPSI Sektor. Serikat buruh pekerja, serikat pekerja nasional se-Jawa Tengah mendukung saya," tambah Ferry.
Para perwakilan serikat kerja di Jateng itu menyampaikan harapan kepada dia bila maju sebagai cagub. Itu terkait dengan besaran UMR di Jawa Tengah.
"Bila saya mendapat amanah, agar UMR di Jawa Tengah bisa dinaikkan disesuaikan dengan kenaikan biaya hidup yang ada," terang Ferry.
Sebelumnya, Ferry juga telah mendapat dukungan dari sesepuh PAN Amien Rais. Nama Ferry masuk dalam radar Pilgub Jateng menyusul Sudirman Said, Ganjar Pranowo, Marwan Jafar, dan sejumlah nama lainnya. (elz/abw)












































Foto: Ferry Juliantono (kiri) dan Jaya Suprana (kanan). (Dok. Pribadi).