Tina dan Aat dipulangkan menggunakan maskapai Saudia dengan nomor penerbangan SV 816 . Meraka telah mendarat pada Selasa (1/8) dan diserahkan ke Perwakilan Direktorat PWNI dan BHI, Kemenlu, sebelum dipulangkan ke daerah asal.
"Tina asal Majalengka dilaporkan Rumah Sakit Raja Fahad dirawat sejak Maret 2017 dan sempat diisolasi karena mengidap penyakit menular hepatitis B, sedangkan anaknya dititipkan ke salah satu WNI dan tetap melanjutkan pendidikannya di kelas III, Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) selama ibunya dirawat," kata pelaksana fungsi konsuler KJRI Jeddah, Fadhly Ahmad, dalam keterangan tertulis KJRI Jeddah, Selasa (1/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penanganan Aat terkendala minimnya informasi pribadi yang bersangkutan karena harus menunggu kondisinya membaik untuk berkomunikasi karena menunggu Aat mampu berbicara lama kami terus mencari keterangan dari orang-orang terdekat sampai akhirnya Alhamdulillah dapat keterangan dari orang-orang yang tinggal bersamanya di sini tentang asal usul Aat dan kontak keluarganya," lanjut Fadhly.
Berdasarkan keterangan yang diperolah KJRI dari keluarga Aat, TKI tersebut diketahui sudah meninggalkan Indonesia sejak 7 tahun lalu. Dia juga putus kontak dengan keluarga selama 5 tahun terakhir.
"KJRI Jeddah tidak pernah mengendur dalam urusan penangan WNI, meski sudah masuk musim haji, konsentrasi pelayanan regular kami upayakan terus berjalan," kata Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin dalam keterangan yang sama. (abw/elz)











































