Festival Indonesia ke-2 di Moskow untuk tahun ini akan digelar pada 4-6 Agustus 2017. Lokasi yang dipilih masih Hermitage Garden, taman musim panas seluas 6 hektare yang banyak didatangi warga Moskow, Rusia.
Pada 2016, Festival Indonesia pertama digelar dengan sukses di area yang sama. Sedikitnya 68 ribu orang hadir saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima gubernur dan delapan bupati serta wali kota dijadwalkan hadir dalam festival tahun ini. Sekitar 600 orang dari kalangan pebisnis dan pejabat pemerintahan serta seniman dari berbagai provinsi juga akan hadir.
"Festival tahun lalu telah memberikan hasil yang nyata dilihat dari nilai perdagangan yang meningkat sekitar 33,4 persen atau sebesar USD 2,6 miliar. Ekspor kita naik 45 persen dan Indonesia mengalami surplus USD 1,8 miliar," kata Duta Besar Federasi Rusia dan Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (1/8/2017).
"Jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia pada kuartal pertama juga meningkat sebesar 77 persen menjadi sekitar 37 ribu orang atau tertinggi dibanding negara-negara lain," ucapnya.
Sedikit berbeda dengan tahun lalu, Festival Indonesia kali ini akan didahului oleh Forum Bisnis pada 4 Agustus di Hotel Intercontinental, Moskow. Sekitar 300 pengusaha, baik dari Rusia maupun dari Indonesia, akan hadir.
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dijadwalkan menyampaikan keynote speech dalam forum bisnis tersebut. Pada Jumat (4/8) sore waktu setempat, Mendag akan secara resmi membuka Festival Indonesia ke-2 di Hermitage Garden.
Festival ini akan diisi 70 gerai yang memajang berbagai produk Indonesia, terutama UKM, kopi, tekstil, pakaian, kerajinan tangan, suvenir, dan sebagainya. Ini merupakan peningkatan lebih dari 100 persen jika dibandingkan tahun lalu, yang hanya berjumlah 30 gerai.
Festival ini juga akan diramaikan oleh pertunjukan kesenian dan budaya dari berbagai daerah Indonesia. Selain itu, grup jazz legendaris Indonesia, Krakatau, akan tampil di panggung utama pada Minggu (6/8) nanti.
Pertunjukan wayang kulit dengan dalang Dr Eddy Pursubaryanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) akan tampil dalam bentuk lokakarya dan di panggung utama pada akhir acara. Dr Eddy akan didampingi para penabuh gamelan, yang separuhnya warga Rusia.
Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki permanent product display seluas 200 meter persegi di Food City. Food City merupakan pasar modern Eropa terbesar di pinggiran Moskow.
Dengan keberadaan permanent display ini, diharapkan produk makanan Indonesia yang mulai dikenal di Rusia dapat mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan Uni Eropa. Akibat tindak balasan Rusia terkait dengan sanksi yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat, pasar Uni Eropa senilai USD 13,5 miliar hilang dari negara ini. (nvc/elz)











































