Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menyatakan penembakan bermula akibat penyerangan yang dilakukan masyarakat ke karyawan PT PDP. Meski telah diberi tembakan peringatan, masyarakat tetap melakukan penyerangan.
"Masyarakat langsung menyerang kamp PT PDP dan melakukan pemukulan terhadap karyawan, sehingga Site Manager PT PDP melapor ke anggota Brimob," kata Kamal dalam keterangan tertulis, Selasa (1/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyerangan terjadi di kamp PT PDP, yang mengerjakan proyek jembatan Oneibo, di Kampung Bomou, Distrik Tigi. Beberapa saat kemudian, polisi yang datang juga diserang warga. Polisi berupaya menghalau warga dengan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan, sehingga akhirnya melepaskan tembakan peluru karet.
"Mobil patroli Polsek pecah kaca belakang dan 4 warga masyarakat yang terkena peluru karet saat masih dirawat di RSUD Deiyai," ujar Kamal.
Saat ini situasi di Kabupaten Deiyai sudah kondusif. Direncanakan, akan dilakukan pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dengan tokoh masyarakat dan masyarakat Kampung Oneibo. Pertemuan ini untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Sudah (kondusif) besok pertemuan di kantor bupati," ucap Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar saat dimintai konfirmasi, Selasa (1/8). (elz/fdn)











































