"Kalau Presiden tidak mencermati, tentu tidak memanggil Kapolri. Menurut saya, tidak sekali ini (Kapolri dipanggil), paling nggak dua kali yang saya tahu. Bahwa Presiden concern. Kalau Anda masih ingat peristiwa yang dulu, begitu cepat respons Presiden ketika mendengar Novel disiram air keras itu, kalau nggak salah meminta kepada Kapolri untuk segera mengusut tuntas, memerintahkan," kata Johan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).
Johan kemudian menjelaskan bahwa kemarin (31/7) Jokowi meminta laporan Tito tentang perkembangan pengusutan kasus Novel. Tito juga sempat menyampaikan niat untuk menggandeng KPK dalam penyelidikan kasus ini dan menggunakan istilah 'Tim Gabungan'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan kemarin juga tidak ada teguran dari Jokowi kepada Tito. Menurut Johan, apa yang disampaikan oleh Tito kepada Jokowi sudah signifikan.
"Kemarin diskusinya tidak soal ada tim independen atau tidak," ujar Johan. (bag/dhn)











































