RI, Malaysia & Singapura akan Bahas Pengamanan Selat Malaka

RI, Malaysia & Singapura akan Bahas Pengamanan Selat Malaka

- detikNews
Selasa, 10 Mei 2005 13:19 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia meresahkan kehadiran kapal-kapal sipil yang dipersenjatai lengkap di Selat Malaka. Untuk itu Malaysia akan mengadakan pertemuan dengan Indonesia dan Singapura guna membahas masalah pengamanan Selat Malaka.Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia, Datuk Seri Syed Hamid Albar seperti diberitakan media lokal, The Star, Selasa (10/5/2005)."Kapal-kapal itu berlayar dengan dalih memberikan perlindungan bagi kapal-kapal lain di selat tersebut," ujar Syed Hamid. "Kapal-kapal bayaran ini kerap kali dipersenjatai lengkap," imbuh petinggi negeri jiran itu.Dikatakan Syed Hamid, pertemuan antara Malaysia, Indonesia dan Singapura untuk membahas isu itu semula dijadwalkan berlangsung pada Jumat (13/5/2005) mendatang di Batam, Indonesia. "Namun Singapura tidak bisa melakukannya sehingga kami sekarang harus mencari tanggal lain," kata Syed Hamid.Menurutnya, Menlu RI Hassan Wirajuda telah menyampaikan kepadanya dua pekan lalu untuk menggelar pertemuan tiga negara tetangga itu. "Dia pikir pertemuan tingkat menteri akan memberikan dorongan politik yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan mengenai keamanan selat," tutur Syed Hamid.Selat Malaka merupakan wilayah perairan yang sibuk, namun juga salah satu tempat paling berbahaya di dunia. Ini diakibatkan oleh maraknya aksi perompakan dan penculikan di wilayah itu. Mengenai tawaran bantuan dari AS untuk mengamankan perairan Selat Malaka, Syed Hamid menyatakan, tawaran itu mungkin saja diterima. Namun ditegaskan, AS harus menghormati kedaulatan negara. "Kami telah menekankan berulang kali bahwa keamanan Selat Malaka merupakan tanggung jawab negara-negara tetangga, dan mereka harus menghormati kedaulatan kami," kata Syed Hamid."Akan tetapi, kami bersedia untuk bekerja sama dengan AS dan negara-negara lain dalam melaksanakan patroli gabungan di Selat Malaka," tandas Syed Hamid. (ita/)


Berita Terkait