"Sekarang memang jumlah kedaraan yang ada banyak, ditambah tingkat pembangunan yang tinggi sekarang ini, membuat masyarakat stresnya tinggi, ada kemacetan. Itu mempengaruhi tingkat stres. Kita imbau untuk tertib dan tidak mudah emosional," ujar Kabag Humas Ditjen Perhubungan Darat Pitra Setiawan saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (1/8/2017).
Pitra mengatakan nantinya yang rugi masyarakat sendiri jika kurang sabar dalam berlalu lintas, salah satunya membunyikan klakson. Masyarakat diminta lebih dewasa menggunakan jalan.
"Karena memang nanti yang rugi masyarakat sendiri, ya. Semua memang perlu buru-buru untuk sampai tujuan, tapi diperlukan kedewasaan dan maklum. Salah satunya tidak gampang membunyikan klakson," katanya.
Menurutnya, tingkat stres masyarakat di kota besar saat ini sudah berbeda. Banyaknya jumlah kendaraan dan tingginya pembangunan memunculkan kemacetan yang menimbulkan stres tinggi di masyarakat.
"Itu efek dari tingkat stres masyarakat sudah berbeda, harap lebih sabar dan maklum. Dan yang diperlukan tertib sesuai aturan," imbuhnya. (nvl/fjp)











































