Para ulama diterima di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017). Dalam sambutannya, Paloh mengatakan pentingnya peran ulama Aceh untuk negeri.
"Sebenarnya yang paling penting peran peran dari para abu (ulama) untuk negeri ini. Aceh merupakan sumbangsih juga untuk umat, tidak ada salahnya mendengar para ulama. Pikiran-pikiran dari abu-abu ini sangat penting dan saya ucapkan terimakasih," ujar Paloh yang juga berasal dari Aceh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana elemen-elemen yang saling berbeda, kepentingan-kepentingan yang saling berbeda, bagaimana kita ramu konsep Islam itu dia saling memperkuat bukan saling menghancurkan. Kalau antar-elemen anak bangsa saling menghancurkan, yang hancur itu bangsa sendiri," ujar Yusuf.
Paloh tidak sendiri saat menerima 15 ulama asal Aceh. Ia ditemani anggota dewan pakar NasDem Teuku Taufiqulhadi.
Berikut 15 ulama asal Aceh yang diterima Paloh:
1. H. Marhaban Adnan
2. H. Abi Hasan
3. Tengku H. Buchari A. Hasan
4. Tengku Abdulah Rasyid
5. Tengku M Nasir
6. Tengku Sirajudin
7. Budiman Katimun
8. Ibrahim Abdul Gani
9. Zarkaysi
10. Tengku Abu Bakar Ismail
11. Tengku H Anwar Usman
12. Tengku Muhammad Ali
13. M Daud Hasbi
14. Tengku H Asnawi
15. Tengku M Yusuf (dkp/gbr)











































