"Kematian adik EL harus diusut, agar hal ini menjadi pelajaran semua pihak, baik sekolah maupun orang tua di rumah. Untuk pihak sekolah, pengusutan untuk mencegah agar hal serupa tak terjadi lagi dan pihak sekolah dapat mendidik kepekaan guru di lingkungan sekolah untuk mencegah adanya bully kembali di sekolah," kata komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangannya, Selasa (1/8/2017).
Menurut Retno, bila Elva sampai melakukan aksi bunuh diri, berarti dia sudah menerima aksi bully sejak lama. Karena itu, Retno mengingatkan agar orang tua dan guru agar peka ketika ada anak yang merasa tertekan karena di-bully.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca Juga: Diduga Korban Bully di Sekolah, Siswi SMA di Riau Bunuh Diri)
Paur Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra sebelumnya mengatakan ada dugaan Elva bunuh diri setelah tak tahan di-bully teman-temannya di sekolah. Keluarga menyebut korban pernah mengadu karena sering di-bully
Lebih lanjut Deni menjelaskan korban menceburkan diri pada Minggu (30/7) siang. Korban merupakan warga Bangkinang yang sengaja ke Desa Kumantan, yang jaraknya sekitar 1 km, untuk menceburkan diri ke sungai. Pinggiran Sungai Kampar di desa tersebut berpantai, namun semakin ke tengah semakin dalam.
"Saat korban akan menuju ke tengah, ada warga yang melihatnya dan sempat dicegah. Namun korban malah menjawab, 'Aku mau mati saja'," tutur Deni dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (31/7/2017). (bis/idh)










































