Kuli Pasar 16 Ilir yang Derita Tumor Gusi akan Dioperasi

Kuli Pasar 16 Ilir yang Derita Tumor Gusi akan Dioperasi

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 31 Jul 2017 20:28 WIB
Kuli Pasar 16 Ilir yang Derita Tumor Gusi akan Dioperasi
Kuli panggul penderita tumor akan dioperasi. (Dok Pemkot Palembang)
Palembang - Divonis menderita tumor gusi, Latif (57), yang sehari-hari bekerja sebagai kuli panggul di Pasar 16 Ilir, Palembang, akan segera dioperasi. Latif menderita tumor gusi sejak 3 tahun lalu.

"Sudah tiga tahun sakit ini dan tidak ada biaya untuk operasi. Buat makan saja susah, gimana mau berobat," ujar Latif kepada detikcom, Senin (31/7/2017).

Sejak menderita tumor gusi, latif semakin sulit menjalankan aktivitas sebagai kuli panggul. Hal ini karena gusi bagian bawahnya semakin hari kian bengkak dan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latif menceritakan, atas penyakit yang dideritanya ini, kadang-kadang ada masyarakat yang takut saat berpapasan dengannya. Tak jarang, ada pula yang iba bertanya perihal penyakitnya sembari memberikan sedikit uang.

"Ya namanya juga kerja di pasar, kadang pas ketemu orang ada yang takut jumpa. Tapi ada juga yang nanya sakit apa, sampai kasihan dan kasih uang. Saya kerja cuma buat makan aja, tapi kalau ada lebihnya, saya belikan obat biar tidak terasa semakin sakit," tutur pria asal Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ini.

Sementara itu, saat mengetahui warganya menderita tumor gusi tersebut, Wali Kota Palembang Harnojoyo langsung merespons dan meminta Dinas Kesehatan Kota Palembang mengambil tindakan. Bahkan dia meminta dinas dan pihak rumah sakit segera menindaklanjuti upaya pengobatan sebelum kondisinya semakin buruk.

"Ya saya sangat prihatin dan sudah saya minta Dinas Kesehatan dan rumah sakit untuk menindaklanjuti. Tentu apa yang dirasakan oleh saudara kita ini bisa juga kita rasakan dan kita upayakan agar ada pengobatan segera," ujar Hanojoyo.

Meskipun Latif bukan warga tetap Palembang, Hanojoyo menilai, dari sisi kemanusiaan, Latif memang memerlukan bantuan pengobatan. Serta melihat bahwa Latif juga bekerja di Kota Palembang sudah lama. (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads