Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo, mengatakan, petugas BKSDA awalnya menerima laporan dari masyarakat Desa Sukamakmur, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh tentang adanya harimau yang memangsa lembu. Laporan pertama diterima pada Kamis 27 Juli.
"Saya kemudian menugaskan beberapa personel untuk melakukan pengecekan ke lapangan dan mendapati sisa anak lembu yang dimangsa harimau dipasang racun oleh warga dengan tujuan untuk membunuh harimau," kata Sapto kepada wartawan, Senin (31/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas juga meminta warga sebaiknya melapor kepada BKSDA jika harimau kembali muncul," jelas Sapto.
Berselang sehari kemudian, tepatnya pada Jumat 28 Juli warga kembali melihat kemunculan harimau. Mereka membuat laporan lagi dan esoknya tim BKSDA dibantu Fauna Flora International (FFI) meluncur ke lokasi.
Tim yang mendatangi lokasi ini juga membawa seorang pawang harimau bernama Syarwani yang juga merupakan pegawai honorer BKSDA. Di sana, ritual pengusiran dilakukan. Selain itu tim juga membantu pembuatan kandang anti serangan harimau dari kawat berduri serta memasang empat kamera trap untuk memantau harimau.
"Ritual mengusir harimau yang dilakukan pawang dengan harapan harimau tidak lagi mengganggu ketenangan warga," ungkap Sapto. (rvk/rvk)











































