Dikutip dari rilis Pemkot Semarang, Minggu (30/7/2017), kenaikan itu jauh di atas Provinsi Jawa Tengah sebesar 5,28%. Padahal pada 2014, laju pertumbuhan ekonomi Kota Semarang hanya 5,3% berada di bawah Provinsi Jawa Tengah dengan nilai 5,42%.
Dengan percepatan pembangunan yang dilakukan Kota Semarang, pria yang akrab disapa Hendi ini tidak ingin bila hal tersebut menimbulkan disparitas wilayah. Khususnya antara Kota Semarang dengan daerah-daerah lain di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendi mengatakan, setidaknya ada dua hal yang mendasari gagasannya tersebut. "Pertama karena adanya aktivitas masyarakat yang tidak dapat terpisahkan. Kedua, karena adanya potensi-potensi daerah yang dapat dikembangkan serta dipromosikan bersama-sama dengan potensi yang ada di Kota Semarang," jelas wali kota yang pernah dinobatkan sebagai wali kota terbaik dalam ajang internasional Socrates Award di Italia ini.
Wakil Bupati Demak Joko Sutanto pun menyambut positif rencana Wali Kota Semarang itu. Sutanto mengatakan bahwa Kabupaten Demak dan Kota Semarang memang tidak dapat dipisahkan.
"Karena sebagian warga Demak kalau pagi berduyun-duyun ke Semarang, tapi kalau sore pulang ke Demak," ujarnya.
Bupati Kendal Mirna Annisa yang turut hadir dalam kesempatan itu juga mengungkapkan hal yang sama. "Ini adalah kolaborasi yang sangat menguntungkan, banyak hal yang dapat kami pelajari dari Kota Semarang," ujar Mirna.
"Saya juga mengharapkan dapat diarahkan investor yang datang ke Kota Semarang untuk dapat berinvestasi juga di Demak, Kendal, atau Kabupaten Semarang,"harapnya.
Selanjutnya Wali Kota Hendi mengharapkan akan ada MOU yang dibuat antara OPD di Kota dan Kabupaten untuk merealisasikan gagasannya tersebut. (ega/ega)











































