"Yang pertama tentu dinamika di PKS dan di Gerindra. Tapi kerangka besarnya insya Allah Gerindra dan PKS akan bersama-sama karena Pak Shohibul Iman tentu menyatakan itu ada dasarnya. Kan angkanya 95 persen, bukan 100 persen dan dalam politik 5 persen itu bisa menentukan," kata Mardani saat dihubungi, Sabtu (29/7/2017) malam.
Mardani memastikan PKS akan terus menjalin komunikasi dengan Gerindra. Dirinya optimis PKS dan Gerindra dapat berkoalisi bersama di Pilgub Jabar 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan konsolidasi terus dibangun mulai dari level pusat hingga daerah. Mardani mengatakan telah ada kesepakatan bersama yang terbangun antara PKS dan Gerindra di level wilayah dan provinsi.
"(Konsolidasi) Tentu pertemuan pimpinan di level pusat, karena di Jawa Barat ini bobotnya kan bobot pusat. Saat yang sama pertemuan di level wilayah, provinsi, beberapa waktu yang lalu sudah ada kesepakatan bersama dan ada di level lapangan. Tiga-tiganya berjalan," jelasnya.
Disinggung mengenai kemungkinan perubahan nama calon yang diusung, Mardani mengatakan hal tersebut adalah kewenangan antara Shohibul Iman dan Ketum Gerindra Prabowo. Pihaknya mengatakan kepentingan Pilgub Jabar juga menyangkut persiapan pemilu 2019.
"Kalau (perubahan nama) itu tentu yang bisa memutuskan Pak Shohibul Iman dengan Pak Prabowo. Kalau kita siapapun yang diputuskan yang terbaik. Tentu dari kita yang terbaik dari Gerindra dan yang terbaik dari PKS bergabung bersama untuk Jawa Barat. Jawa Barat ini bukan Jawa Barat saja tapi kita berpikir strategis untuk 2019 juga," pungkasnya. (fdu/jor)











































