Evakuasi Warga Israel dari Jalur Gaza Ditunda
Selasa, 10 Mei 2005 06:40 WIB
Jakarta -
Israel menyatakan penarikan mundur 21 pemukiman Yahudi dari Jalur Gaza ditunda hingga pertengahan Agustus 2005. Hal itu semakin memunculkan ketidakpercayaan apakah Israel akan benar-benar menarik warganya dari seluruh wilayah palestina.Penundaan dari yang direncanakan mulai 20 Juni 2005, disampaikan PM Ariel Sharon dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel Senin (9/5/2005). Alasannya untuk mengindari konflik selama perayaan tradisional Yahudi, periode pagi. Apa benar?"Evakuasi akan dilakukan mengikuti periode pagi, yakni secepatnya usai perayaan Tisha B'av yang jatuh tanggal 15 atau 16 atau 17 Agustus," kata Sharon, seperti dikuti Reuters, Selasa (10/5/2005) pagi.Mayoritas warga Yahudi memang menolak keputusan Sharon mengevakuasi pemukiman dari Jalur Gaza maupun wilayah Palestina lainnya yang telah dikuasai sejak perang tahun 1967 silam. Sharon sejauh ini belum mau menarik warganya dari Tepi Barat.Keputusan Sharon yang menunda penarikan mundur ini juga mendapat kecaman dari berbagai pihak, khususnya Palestina. Negosiator Palestina Saeb Erekat mengkomplain Israel telah mengeluarkan keputuan sepihak."Kita ingin berkoordinasi. Tapi kita mendapatkan posisi kita menunggu langkah dikte apa yang akan kembali dilakukan Israel dalam mengambil keputusannya. Itu sangat tidak mungkin," kata Erekat.
(fab/)










































