Indikasi tersebut terlihat saat seleksi tahap II, yakni tes jasmani dan antropometri. Dua kandidat berjenis kelamin laki-laki gugur dalam seleksi tahap II ini, sehingga menyisakan 331 peserta yang maju ke tahap III, yakni tes akademis.
Dua calon yang gugur tersebut tidak dapat melakukan gerakan pull up atau gerakan mengangkat badan menggunakan kedua tangan yang berpegangan ke tiang horizontal. Untuk satu kali pull up pun mereka tidak bisa melakukannya.
Irjen Arief dan Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto meninjau tes akademis calon taruna Akpol 2017. |
"Dua calon taruna yang gugur di tahap dua ini tidak bisa pull up. Nilainya nol. Sama sekali tidak bisa. Ya tentu gugur," kata Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Arief Sulistyanto di kompleks Akademi Kepolisian, Sabtu (29/7/2017).
Nilai nol untuk gerakan pull up terbilang mengejutkan. Untuk diketahui, para calon taruna yang dikirimkan ke panitia pusat sudah melalui penjaringan ketat yang dilakukan oleh polda-polda di daerah. Gerakan pull up masuk variabel persyaratan yang harus dilakukan calon taruna.
"Kalau di dalam catatan yang dikirimkan ke panitia pusat, si A ini bisa melakukan empat kali, lalu ketika dicoba di sini sama sekali tidak bisa, meski itu hanya sekali, ini kan aneh," kata Arief.
Arief berencana meminta klarifikasi mengenai hal ini kepada panitia daerah. Dia ingin menelusuri penyebab dua calon taruna tersebut diloloskan.
Arief menggarisbawahi seleksi di tingkat nasional benar-benar transparan. Dia memerintahkan hal serupa dilakukan di panitia seleksi pada seluruh mapolda di Indonesia.
"Makanya, ini akan saya tanyakan ke panitia di daerah. Dan jangan sampai terulang lagi di kemudian hari kejadian seperti ini. Seharusnya memang ada sanksi," ucap Arief.
Irjen Arief dan Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto meninjau tes akademis calon taruna Akpol 2017. (dok. Istimewa) |
Kompolnas Mendukung Penuh
Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto, yang hadir dalam sidang kelulusan ujian tahap II pada Jumat (28/7) kemarin, mendukung langkah Arief.
"Itu mudah dilacak. Dari daerah semestinya sudah ketahuan. Kalau dari pull up saja nilainya nol, dari saat di daerah juga semestinya dia tidak bisa melakukan itu. Panitia daerah harus mendapatkan sanksi," kata Bekto.
Tahun ini, Akpol menerima 275 taruna dari total 15.476 pendaftar. Pada Sabtu ini, 331 kandidat yang tersisa tengah berkompetisi dalam tes akademik. (fjp/fdu)












































Irjen Arief dan Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto meninjau tes akademis calon taruna Akpol 2017.
Irjen Arief dan Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto meninjau tes akademis calon taruna Akpol 2017. (dok. Istimewa)