DetikNews
Sabtu 29 Juli 2017, 16:59 WIB

Tapal Batas

Berhadapan dengan Malaysia, Begini Infrastruktur di Sanggau

Danu Damarjati - detikNews
Berhadapan dengan Malaysia, Begini Infrastruktur di Sanggau Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Sanggau -
Sanggau merupakan kabupaten yang menaungi kawasan terdepan Indonesia, yakni Kecamatan Entikong dan Kecamatan Sekayam. Sebagai daerah tapal batas, aspek infrastruktur menjadi perlengkapan mutlak untuk mengakomodasi kepentingan orang banyak.

Saat detikcom singgah di Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, pada 13-19 Juli 2017, infrastruktur ideal yang paling terasa adalah jalan.

Dari Pontianak, kami menyusuri Jalan Trans Kalimantan Poros Selatan, dilanjutkan dengan jalan di Sanggau. Ada pula Jalan Lintas Malindo sebagai jalur utama menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong.

PLBN EntikongPLBN Entikong. (Rachman Haryanto/detikcom)

Untuk jalan yang khusus diperuntukkan sebagai infrastruktur perbatasan, ada Jalan Paralel Perbatasan dan Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP). Jalan paralel yang dimaksud tentu saja tak hanya sebatas di Entikong, Kabupaten Sanggau, tapi juga menghubungkan Naga Badau-Entikong-Aruk-Temajok.

Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan jalan aspal di tapal batas Kalimantan Barat itu terhubung sepanjang 849,76 km pada 2018-2019. Untuk target sampai akhir 2017, jalan paralel itu ditargetkan sepanjang 323,57 km.


Meski sudah tembus, bukan berarti jalan itu sudah beraspal semua. Masih ada jalan yang belum beraspal sempurna dan hanya ada tanah atau kerikil-kerikil (jalan agregat). Sampai saat ini sudah teraspal 283,3 km.

Ekspansi jalan di Sanggau tentu perlu mengubah topografi dan kondisi daratan. Pembukaan hutan adalah salah satu bentuk konsekuensi ekspansi jalan. Hutan yang belum dibuka untuk Jalan Paralel Perbatasan adalah 187,6 km.

Jalan menuju Entikong.Jalan menuju Entikong. (Dok. Kementerian PUPR)

Kami menelusuri jalan menuju PLBN Terpadu Entikong pada Sabtu, 15 Juli. Sebelum mencapai tempat ikonik yang diresmikan Presiden Joko Widodo di pengujung 2016 itu, kami berhenti di sebuah pasar, yakni Pasar Entikong. Lokasinya tak bisa dibilang jauh dari batas negara Indonesia-Malaysia.

Pagi itu para pedagang sibuk menata jualannya, sampai mepet di tepi Jalan Lintas Malindo. Bangunan Pasar Entikong ini tak terlalu besar. Di seberangnya ada toko-toko kecil menjual aneka dagangan. Pada sejumlah titik di Jalan Lintas Malindo ini, terdapat pula beberapa hotel kelas melati.


Kabupaten ini memuat 15 kecamatan dengan total penduduk 516.964 jiwa (data Dinas Kesehatan Sanggau 2015). Ada empat rumah sakit terkemuka, yakni RSUD M Th Djaman, RS Parindu, RSU Bergerak Balai Karangan, dan RS Sentra Medika.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sanggau 2015, ada 19 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di sini, yang terdiri atas puskesmas nonperawatan empat unit, puskesmas perawatan 15 unit, dan puskesmas Poned (Pelayanan ObstetriNeonatal Emergency Dasar) lima unit. Di Sanggau, rata-rata satu puskesmas melayani 27.209 penduduk. Tak semua puskesmas dalam kondisi prima.

Pelajar di Entikong.Pelajar di Entikong. Foto: Rachman Haryanto

Bagaimana dengan fasilitas pendidikan? Bupati Sanggau Paolus Hadi menjelaskan, "Pendidikan dasar ada di setiap desa. Ada pula PAUD (pendidikan anak usia dini) di setiap desa," kata dia saat berbincang dengan detikcom di rumah dinas, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Sanggau, Kamis (13/7/2017).

BTS Telkomsel di Entikong.BTS Telkomsel di Entikong. (Rachman Haryanto/detikcom)

Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sanggau menyebutkan jumlah TK/RA sebanyak 55 sekolah, SD/MI ada 476 sekolah, SMP/MTs 122 sekolah, dan SMA/MA/SMK 43 sekolah. Untuk perguruan tinggi, Sanggau belum punya.

"Makanya tahun ini, kami sudah menghadap ke Pak Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi supaya daerah perbatasan ini punya perguruan tinggi. Dikti menyambut dengan baik, mudah-mudahan 2018 ada cikal bakalnya, yakni Politeknik," kata dia.


Soal listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalirkan setrumnya ke rumah-rumah. Sebagaimana diberitakan, PLN juga bekerja sama dengan perusahaan listrik Malaysia, yakni Sarawak Electricity Supply Corporation (Sesco), untuk menerangi Sanggau dan Kalimantan Barat pada umumnya. Pasokan listrik di Kalimantan Barat sebesar 549 megawatt. Di pelosok-pelosok, masyarakat menggunakan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

Jaringan listrik di Sanggau.Jaringan listrik di Sanggau. Foto: Rachman Haryanto

Segala kelengkapan itu menyangga kawasan tapal batas juga. Apakah semua kelengkapan pendukung hajat hidup orang banyak itu sudah ideal? Simak terus laporan kami di Tapal Batas detikcom!
(dnu/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed