Jasat Syarifuddin ditemukan pada Jumat 28 Juli 2017 sekitar pukul 16.30 Wita. Pria warga Desa Ulujangang, Kecamatan Bontolempangan, ini meninggalkan rumah sejak 21 Juli 2017.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani menyebutkan korban mengalami gangguan psikis setelah putrinya yang telah menikah kabur dari rumah dengan pria lain yang bukan suaminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendiang Syarifuddin semasa hidup. Foto: Foto: Dokumentasi Polda Sulsel |
"Korban diduga malu karena putrinya minggat dengan laki-laki lain. Hal tersebut membuat korban malu secara adat di lingkungannya," tutur Dicky.
Menurut Dicky, Syarifuddin berharap putrinya bertanggungjawab melakukan ritual adat setelah kembali ke rumahnya. Syarifuddin juga diketahui baru 3 bulan pulang ke kampung halamannya setelah beberapa tahun menjadi TKI di Malaysia.
Dicky menyebutkan proses evakuasi korban yang dilakukan anggota Polsek Bontolempangan dibantu warga berlangsung hingga malam hari disebabkan kondisi bebatuan cadas dan licin. (mna/aan)












































Mendiang Syarifuddin semasa hidup. Foto: Foto: Dokumentasi Polda Sulsel