Marak Kasus Bunuh Diri, Hidup Harus Berani Hadapi Masalah

Marak Kasus Bunuh Diri, Hidup Harus Berani Hadapi Masalah

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Sabtu, 29 Jul 2017 07:22 WIB
Foto: Chester Bennington
Foto: Chester Bennington
Jakarta - Aksi bunuh diri marak terjadi belakangan ini. Para pelaku nekat mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara berharap ajal datang lebih awal. Padahal bunuh diri tidak dibenarkan dengan alasan apapun.

Berbagai masalah diduga jadi penyebab orang-orang nekat menghabisi nyawa sendiri. Masalah ekonomi, rumah tangga, hingga asmara membuat mereka menyerah pada masalah. Pelakunya pun dari berbagai kalangan, mulai dari artis hingga orang biasa.

Seperti yang terjadi pada pekan lalu. Dunia musik gempar saat tersiar kabar tewasnya vokalis Linkin Park, Chester Bennington. Chester mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya di Palos Verdes, dekat Los Angeles, Amerika Serikat. Kepanikan yang terjadi saat itu pun terekam oleh audio 911 yang dirilis pihak kepolisian.

Personel Linkin Park tak mau hal itu menimpa orang lain, mereka pun membagikan hotline untuk pencegahan bunuh diri. Beberapa kontak dibagikan oleh Linkin Park di situs resminya. Di sana terlihat tautan yang akan mendarat di sebuah halaman web suicide.com.

Selain Chester, bunuh diri juga marak terjadi di Indonesia. Yang baru saja terjadi yakni kasus bunuh diri yang dilakukan pasangan suami-istri, Daniel Priyono dan Dwi Septi Respati Dewi.

Keduanya ditemukan tewas di Desa Banyuderan, Kecamatan Gamping, Sleman. Daniel ditemukan dalam posisi tergantung di dapur pada Jumat (28/7/2017). Sedangkan istrinya Dwi ditemukan tewas di dalam mobil yang berada di halaman rumah.

Kisah bunuh diri mengenaskan dan tak patut dicontoh juga terjadi di Bandung. Pemuda bernama Oki (25) meninggal dunia setelah sempat kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Oki mengalami cedera parah di tubuhnya akibat mencoba bunuh diri dengan loncat dari Jembatan Pasupati Bandung pada Kamis (27/7/2017).

Oki meninggalkan surat wasiat di saku celananya. Dari isinya, Oki diduga sedang bermasalah dengan keluarganya.

Bunuh diri bukanlah solusi untuk mengakhiri masalah yang tengah dihadapi. Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis mengatakan, orang yang melakukan bunuh diri adalah mereka yang merasa putus asa. Sebab mereka tidak memiliki harapan untuk menjalani hidup ke depan.

"Orang yang bunuh diri itu karena putus asa tak ada harapan ke depan. Nggak punya harapan ini karena nggak punya iman, semua bersandar kepada rasio. Biasanya menganggap dengan kematian selesai masalah," kata Cholil dalam wawancara kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Cholil mengatakan, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Masalah yang diterima sesorang merupakan ujian yang diberikan Tuhan untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa sesorang.

"Berani hidup, berani hadapi masalah. Yakinlah tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Kewajiban kita hanyalah berusaha dan berupaya," tutupnya. (abw/nkn)