Presiden BEM UGM Diperiksa Polisi 4,5 Jam
Selasa, 10 Mei 2005 00:11 WIB
Sleman - Presiden BEM Keluarga Mahasiswa Uneversitas gajah Mada (UGM), Romi Ardiansyah diperiksa polisi di Mapolda DIY. Romi diduga mencemarkan nama baik Rektor UGM Prof Dr Sofian Effendi.Romi diperiksa oleh Aiptu Bambang Herlani pukul 10.00 WIB sampai 14.30 WIB. Ia disodori 14 pertanyaan terkait selebaran Most Wanted bergambar Sofian yang beredar saat demo BEM UGM pada peringatan Dies Natalis UGM 20 Desember 2004 lalu."Saya dipanggil dan diperiksa sebagai penangungjawab aksi demo waktu itu. Petugas juga menanyakan jumlah selebaran yang difotokopi dan disebarkan itu," kata Romi usai pemeriksaan di Ruang Reskrim Polda DIY, Ringroad Utara Condongcatur, Sleman, Senin (9/5/2005).Petugas juga menanyakan daftar tuntutan mahasiswa seperti kasus besarnya Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dan Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPM) bagi mahasiswa baru yang selama dipermasalahkan mahasiswa."Soal berapa jumlahnya saya tak ingat, hanya perkiraan saja karena yang memperbanyak bukan saya tapi teman-teman. Soal kenapa harus membuat gambar itu juga ditanyakan petugas," katanya.Karena Sofian merasa keberatan dengan selebaran itu, BEM UGM pun menghapus dan tidak menggunakannya saat aksi. Tapi ternyata masih banyak yang beredar. "Saya sendiri heran siapa yang memperbanyak dan mengedarkannya," ujar Romi.BEM-KM UGM sangat menyayangkan tindakan Sofian yang telah melaporkan mahasiswanya ke polisi. "Pola-pola yang diterapkan saat ini tak ubahnya seperti gaya pemerintahan Orde Baru," kata Juru bicara BEM-KM UGM Oce Madril.Kasus ini sudah mengendap cukup lama di Polda DIY karena pertama dilaporkan bulan Desember 2004. Baru sekitar bulan Februari 2005, Romi dipanggil pertama kali oleh polisi, namun tidak datang karena bertugas menjadi relewan di Aceh."Panggilan sekarang ini yang kedua dan dimunculkan lagi setelah ada kasus demo gaji rektor," kata Oce.
(fab/)











































