Belakangan ini perdebatan mengenai Teori Bumi Datar lawan Teori Bumi Bulat kembali ramai dibahas di media sosial (medsos). Malahan Bumi Datar sekarang ramai menjadi olok-olok untuk menyebut mereka-mereka yang sulit diberitahu alias bebal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi olok-olok politik itu juga tidak membantu siapa-siapa. Temen-temen yang bertanya seolah-olah malah makin keras pendiriannya karena dicemooh. Saya menyarankan banyak diskusi," saran Enda saat berbincang via telepon, Jumat (28/7/2017).
Baca juga: Naik-Turun Kisah Si Bumi Datar |
Enda juga tak menampik jika populernya Teori Bumi Datar dikarenakan viral di medsos. Apalagi saat ini banyak anak muda merasa bangga jika konten yang diunggahnya ekstrem atau populer.
"Kalau kita posting sesuatu kontroversial banyak dishare merasa populer. Ujung-ujungnya medsos ada mantranya apakah itu positif apa nggak, kalau bagus bisa dishare. Sebuah kebenaran belum tentu bagus. Kalau itu merupakan kebenaran bisa dishare, bermanfaat, menyenangkan kenapa nggak," katanya.
Baca juga: Mereka yang Percaya Bumi Itu Datar |
Selain itu saking banyaknya informasi yang beredar di medsos, tidak semuanya bisa dipastikan kebenarannnya. Enda menyarankan agar tidak perlu berdebat di medsos dan mengimbau warga net bijak menggunakan medsos.
"Kalau saya melihatnya kita harus makin bijak menggunakan medsos, mencerna informasi makin bijak sebagai pengetahuan nggak apa-apa, saya terus terang nggak perlu diejek juga, malah jadi makin keras," tuturnya.











































