Soal Kasus Teror ke Novel Baswedan, Jokowi Minta Masukan Kapolri

Soal Kasus Teror ke Novel Baswedan, Jokowi Minta Masukan Kapolri

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 28 Jul 2017 17:54 WIB
Soal Kasus Teror ke Novel Baswedan, Jokowi Minta Masukan Kapolri
Foto: Jokowi (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Teror penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan pada 11 April lampau belum juga terungkap. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meminta masukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menyikapi kasus teror terhadap Novel itu.

"Saya minta dulu, saya minta masukan dulu ke Kapolri lah," kata Jokowi di Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017).

Penyerangan itu berlangsung usai Novel menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya. Dua orang menggunakan sepeda motor menyiramkan air keras ke wajah Novel. Hingga saat ini, kepolisian masih mengusut pelaku penyerangan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini Novel masih dirawat di Singapura karena matanya terluka akibat penyiraman air keras itu. Muncul usulan dari Pemuda Muhammadiyah dan Komnas HAM agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mengungkap teror itu.

Pada 100 hari usai penyerangan, yakni 20 Juli, KPK menggelar acara mendoakan kesembuhan Novel. Novel menyampaikan terimakasih atas dukungan berbagai pihak kepadanya.

KPK dan Polri sudah dua kali mengadakan pertemuan untuk mencari titik terang kasus itu. Ketua KPK Agus Rahardjo pada 20 Juli menyebut masih ada agenda yang belum terpenuhi, yakni pemeriksaan Polri terhadap Novel di Singapura. Agus juga ingin ada pertemuan ketiga dengan Kapolri untuk meminta laporan perkembangan kasus teror ke Novel. (dnu/rvk)


Berita Terkait