Korspripim Kapolda Metro Jaya AKBP Lukman Nurcahyo mengingat, video itu diambil oleh salah satu stafnya pada Selasa (25/7) pagi. Hari itu adalah hari terakhir Iriawan bertugas sebagai Kapolda Metro Jaya sebelum akhirnya menyerah-terimakan jabatannya ke Irjen Idham Azis, pada Rabu (26/7).
"Itu kan hari terakhir bapak dinas di Polda Metro, beliau mau meninggalkan kantornya saat itu. Ya bapak tiba-tiba saja menangis," ujar Lukman saat berbincang dengan detikcom di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat beliau menangis, saya juga terharu ya ikut nangis juga," imbuh Lukman.
Sebagai Korspripim, Lukman mengenal betul sosok Iriawan. Menurut mantan Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya ini, Iriawan adalah pimpinan yang tegas tapi humanis.
Foto: Irjen Iriawan menangis saat pamitan (ist) |
"Bapak ya tegas tapi humanis. Kalau marah ya pasti ada marahnya kalau kita salah, tapi enggak yang pendendam dan saat itu juga baik lagi," lanjutnya.
Di mata Lukman, Iriawan juga sosok pimpinan yang pengertian terhadap anak buahnya. "Bapak pengertian sama anak buah. Kalau kita ada masalah, beliau membantu permasalahan kita mencarikan solusinya," tambahnya.
Lukman juga mengenang Iriawan sebagai sosok yang humoris. "Ya kalau kita sedang kumpul, bapak suka ikutan terus cerita-cerita yang lucu-lucu. Beliau humoris juga he-he-he," tuturnya.
Foto: Irjen Iriawan menangis saat pamitan (ist) |












































Foto: Irjen Iriawan menangis saat pamitan (ist)
Foto: Irjen Iriawan menangis saat pamitan (ist)