DetikNews
Jumat 28 Juli 2017, 14:34 WIB

Heboh Teori Bumi Datar, Lapan: Seperti Dongeng Sebelum Tidur

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Heboh Teori Bumi Datar, Lapan: Seperti Dongeng Sebelum Tidur Foto: Google Earth
Jakarta -

Kisruh dugaan pelajaran 'teori bumi datar' di Semarang sudah selesai. Ternyata perdebatan soal teori bumi datar memang marak dilakukan, terutama di media sosial.

Melalui laman pribadinya, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menuturkan banyak warganet bertanya tentang flat earth (bumi datar) di laman FB LAPAN RI. Thomas pun memberikan penjelasan bahwa sekelompok orang yang percaya pada teori bumi datar tak punya landasan ilmiah.

"Saya selalu jelaskan bahwa FE bukanlah teori, tetapi sekadar pendapat sekelompok orang yang tidak punya landasan ilmiah," kata Thomas seperti dikutip detikcom dari laman pribadinya, Jumat (28/7/2017).

Thomas pun mengimbau, kalau masih ada yang berkukuh terhadap teori flat earth (FE), itu tak perlu lagi didebat. "Cukup dengarkan seperti kita mendengar dongeng khayalan sebelum bobo, semasa kecil dulu. Bukankah kita dulu tidak pernah mendebat dongeng khayalan, cukup menikmatinya saja? Atau seperti membaca buku novel fiksi. Kalau sudah capek mendengarkan atau membacanya, tinggalkan tidur saja," ujarnya.

Tak sedikit warganet yang meminta bukti bahwa bumi itu bulat, termasuk mempertanyakan kebenaran adanya satelit. Ia mengajak warganet membuktikannya dengan teknologi kekinian.

"Cukup saya arahkan untuk download Google Earth, yang merupakan hasil pemotretan dengan satelit. Mulai temukan kota kita yang kita kenali setiap jalan dan bangunannya, lalu zoom out untuk melihat provinsi, pulau, negara, benua, sampai bumi yang bulat. Lalu kembali lagi zoom in mencari kota lain dan objek yang menjadi daya tarik kita. Foto bumi yang bulat adalah rekonstruksi dari kumpulan banyak citra satelit resolusi sangat tinggi," ucapnya.

"Kalau mau melihat bumi bulat secara utuh, lihatlah citra beberapa satelit cuaca yang memotret bumi dari ketinggian 36.000 km. Saat ini ada 5 satelit aktif yang memantau cuaca global: Himawari-8, Meteosat VISSR, Meteosat SEVIRI, GOES East, dan GOES West. Berikut ini foto bumi yang bulat dari satelit cuaca, dilihat dari berbagai arah garis peta dan grid ditambahkan untuk mengenali benua yang dipotret," demikian Thomas melengkapi penjelasannya.

Setelah membaca penjelasan profesor Lapan tersebut, masih penasaran soal teori bumi datar?


(van/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed