Istri Munir Kecewa Kinerja Tim Penyidik Lamban
Senin, 09 Mei 2005 17:20 WIB
Jakarta - Kecewa. Mungkin itu yang tersirat pada benak istri mendiang aktivis HAM Munir. Setelah sekitar 3,5 jam bertemu dengan Direktur Satu Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Pranowo, Suciwati merasa penyelesaian kasus Munir masih terkesan sangat lambat. "Bayangkan saja, sampai sekarang tidak ada progress-nya. Padahal sudah delapan bulan tim penyidik melakukan penyidikan," keluhnya di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2005).Kedatangan Suciwati ke Mabes Polri untuk melaporkan teror terhadap dirinya. Selain itu, kedatangannya untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut dari tim penyidik Mabes Polri tentang kasus pembunuhan Munir. Presiden SBY sebagai pemegang dan pemberi mandat Tim Pencari Fakta (TPF) Munir dinilainya masih setengah hati dalam bekerja. Menurutnya, kalau Presiden memang benar-benar mempunyai political will, mestinya harus memperingatkan orang yang mempersulit kasus penyelidikan ini. "Kalau bisa diberi sanksi," ujarnya.Namun Suci enggan menyebutkan nama orang yang menyulitkan penyidikan kasus Munir. "Kalau kita melihat selama ini, banyak. Tapi saya tidak mau menyebutkan orangnya," tuturnya.Untuk diketahui, Mantan Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Nurhadi Djazuli hingga saat ini menolak panggilan TPF untuk memberikan keterangan seputar kematian Munir. Nurhadi menilai TPF tidak memiliki kewenangan untuk memanggilnya.Di akhir pembicaraan dengan wartawan, Suciwati menegaskan akan terus memperjuangkan pengungkapan dan penuntasan kasus suami tercintanya. Hal itu akan ditempuhnya meski banyak mendapat hambatan maupun teror. Suci menerima teror yang ditulis dalam sebuah surat beramplop putih. Setelah surat dibuka, tertulis ancaman Suci akan diculik dan dibutakan matanya kalau meneruskan pengusutan kematian suaminya.
(atq/)











































