Bush Datang, Polisi Meriang

Bush Datang, Polisi Meriang

- detikNews
Senin, 09 Mei 2005 16:28 WIB
Den Haag - Kedatangan seorang Bush ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kegembiraan. Buktinya Bush datang, kepolisian Belanda malah meriang. Apa pasal?Pasalnya jutaan euro duit anggaran kepolisian Belanda ludes untuk pengamanan Bush. AS tak mau menanggung sesen pun, seluruh ongkos tersebut harus ditanggung pihak Belanda, melalui Depdagri sebagai institusi atasan polisi. Mendagri Johannes Wijnandus Remkes pun menjadi sasaran kemarahan politiebond atau serikat polisi.Mereka terdiri dari Algemeen Christelijke Politiebond/ACP (Serikat Polisi Kristen Umum), Nederlandse Politiebond/NPB (Serikat Polisi Belanda) dan Vereniging van Middelbare en Hogere Politieambtenaren/VMHP (Persatuan Pejabat Polisi Menengah dan Tinggi).Serikat polisi, yang menyebutkan biaya pengamanan Bush menghabiskan jutaan euro, berang karena uang begitu banyak dihamburkan demi Bush, sedangkan negosiasi mereka untuk kenaikan fasilitas keamanan dan kesehatan personel tidak digubris. "Padahal apa yang kami minta untuk keamanan dan kesehatan personel sendiri, tak ada seujung kuku hitam dibandingkan dengan jutaan euro yang dihamburkan untuk mengamankan Bush," bunyi pernyataan serikat polisi, seperti diberitakan media Belanda kemarin.Perundingan soal itu, yang biasa dituangkan dalam Collectieve Arbeidsovereenkomst (CAO) atau Kesepakatan Kerja Kolektif, dibiarkan deadlock oleh Mendagri Remkes dan dia sejauh ini belum bersedia melanjutkannya lagi. Menurut mereka, Remkes maunya terus melakukan pengetatan anggaran, yang berarti kemunduran bagi keamaan personel dan fasilitas kesehatannya."Jika ternyata ada uang untuk dihamburkan demi Bush, mengapa tidak untuk personel sendiri? Bukankah 1.600 kolega di Limburg dipakai tenaganya demi keamanan dan kesehatan seorang tuan Bush?" tanya ketua serikat polisi ACP, G. van de Kamp.Van de Kamp mengatakan bahwa pihaknya telah merancang aksi pekan-pekan mendatang untuk menekan Mendagri, karena risiko personel tak bisa ditoleransi. "Masa-masa aksi lunak menurut kami sudah lewat. Kami hanya bisa sementara saja meredam gejolak dan kemarahan anggota," demikian Van de Kamp.Diungkapkan, bahwa para anggota serikat polisi sebenarnya sudah mendesak agar dilakukan aksi demonstrasi saat kunjungan Bush. Para polisi marah akibat konflik perburuhan tersebut. Mereka mengusulkan agar kunjungan Bush tidak dibiarkan berlangsung tanpa protes. Namun, pengurus serikat akhirnya menghimbau agar anggotanya tidak melakukan hal itu. (es/)



Berita Terkait