DetikNews
2017/07/28 08:31:46 WIB

Berita Terpopuler

Diplomasi Nasi Goreng SBY-Prabowo, Heboh Bahasan Bumi Datar di SMA

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 4
Diplomasi Nasi Goreng SBY-Prabowo, Heboh Bahasan Bumi Datar di SMA SBY dan Prabowo memberi slaam komando. Foto: Muhammad Ridho Suhandi
Jakarta - Sederet peristiwa menarik perhatian publik dari pagi hingga malam pada Kamis 27 Juli 2017. Pertemuan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menutup rangkaian peristiwa populer kemarin.

Ada pula cerita tentang sopir TransJakarta yang membawa bus khas Ibukota itu ke Pekalongan, Jawa Tengah. Soal orang tua siswa yang salah paham tentang bahasan bumi datar pun sempat menyita perhatian.

Berikut 5 berita terpopuler pada Kamis (27/7/2017):

Bertemunya SBY-Prabowo dan Embrio Poros Baru
SBY saat bertemu Prabowo.SBY saat bertemu Prabowo. Foto: Muhammad Ridho Suhandi

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto akhirnya melakukan pertemuan. Mereka juga mengajak 'gerbong' masing-masing sehingga pertemuan terlihat komprehensif.

Pertemuan berlangsung di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis malam (27/7/2017). Mereka juga menyantap nasi goreng dahulu sebelum bertemu di ruang tertutup.

Usai pertemuan, keduanya menyampaikan pandangan mereka yang disebut satu visi. SBY berpesan bahwa kekuasaan bukan berarti tidak bisa dipantau.

"Power must not go unchecked. Artinya kami harus memastikan bahwa penggunaan kekuasaan oleh para pemegang kekuasaan tidak melampaui batas, sehingga tidak masuk apa yang disebut abuse of power. Banyak pelajaran di negara ini, manakala penggunaan kekuasaan melampaui batasnya masuk wilayah abuse of power, maka rakyat menggunakan koreksinya sebagai bentuk koreksi kepada negara," kata SBY.

SBY yang mengaku 'berpuasa' politik selama 6 bulan terakhir itu juga berkata dirinya tetap memantau situasi di Indonesia. Dia berpesan agar pemangku kebijakan dapat menggunakan kekuasaan dengan amanah.

Setelah itu giliran Prabowo yang menyampaikan pandangannya. Prabowo menyampaikan soal presidential threshold 20% yang menurutnya lelucon politik.

"Presidential threshold 20 persen lelucon politik yang menipu rakyat Indonesia, saya tak mau terlibat," kata Prabowo.

Dalam pertemuan itu juga ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun pertemuan tadi malam sama sekali tak membahas koalisi, kata SBY.

Salah Paham Soal Bahasan Bumi Datar di Sekolah

Di media sosial ramai posting-an soal 2 SMA di Semarang mengajarkan Teori Bumi Datar atau Flat Earth. Ternyata itu salah paham.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed