Hasyim Bantah Ulama NU Terperosok Kemelut PKB
Senin, 09 Mei 2005 16:01 WIB
Jakarta - PKB bergejolak, para ulama NU pun terlibat dukung-mendukung. Namun Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi membantah para ulama NU terperosok kemelut PKB."Itu sih (urusan) pengurus PKB. Jangan dipukul rata dengan ulama. Jumlahnya juga sangat terbatas. Memang beliau-beliau itu adalah in official pengurus PKB," tampik Hasyim.Hal itu disampaikan dia saat menjawab pertanyaan wartawan usai pemberian bantuan untuk Aceh dan Sumut di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Senin (9/5/2005).Jadi tidak ada masalah? desak wartawan. "Iya, nggak ada masalah itu," sahut Hasyim dengan nada santai.Namun pernyataan Hasyim bisa jadi bertolak belakang dengan fakta yang ada. Begitu terjadi dualisme kepengurusan setelah Kongres II PKB, para ulama NU pun terlibat dukung-mendukung, baik kubu Muhaimin Iskandar yang merupakan hasil kongres, maupun kubu Alwi Shihab.Hal ini terjadi secara berkesinambungan. Sebab baik kubu Muhaimin maupun Alwi pun getol melakukan jurus pendekatan kepada para ulama.Contohnya kiai se-Provinsi Banten yang menyatakan mendukung Muhaimin sebagai Ketua Umum DPP PKB hasil Muktamar Semarang, serta meminta Alwi dan Saifullah Yusuf menghentikan manuver politik yang dianggap memecah partai.Sedangkan Alwi memakai nasihat KH Salahuddin Wahid sebagai 'peluru'. Muhaimin diminta mengikuti nasihat pamannya itu untuk mundur sebagai solusi konflik PKB. Sebab kepemimpinan Muhaimin dinilai terlalu berisiko.Kubu Alwi pun getol melakukan pe-de-ka-te alias pendekatan dengan para kiai serta pengurus DPW dan DPC PKB se-Jawa Tengah dan DIY. Pertemuan dilakukan di Pondok Pesantren Al Munawir, Yogyakarta pada Selasa lalu, 3 Mei 2005. Selain menolak hasil Muktamar Semarang, pertemuan itu juga merumuskan rencana Musyawarah Nasional Alim Ulama PKB pada 28-29 Mei di Surabaya.Jika kubu Alwi mengadakan pertemuan dengan 15 kiai NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri pada Jumat lalu, maka kubu Muhaimin berkunjung ke Pesantren Mursyidulhadi, Plosokuning, Yogyakarta pada Minggu lalu.Jadi, benarkah kemelut PKB hanya urusan pengurus PKB? Benarkah konflik PKB tidak berdampak pada ulama NU? Benarkah ulama NU tidak terlibat maupun terperosok dualisme kepengurusan PKB? Bagaimana nih Pak Hasyim?
(sss/)











































