Demo di Yogya: Sutet Datang, Birahiku Hilang

Demo di Yogya: Sutet Datang, Birahiku Hilang

- detikNews
Senin, 09 Mei 2005 14:48 WIB
Yogyakarta - Warga Dusun Kresen, Bantul, DI Yogyakarta paham betul bahaya Sutet (Saluran tegangan ekstra tinggi). Salah satu dampaknya, pria bisa impoten. Birahi pun hilang. Karena itu, mereka menolak pembangunan Sutet di wilayahnya.Aksi ini digelar sekitar 100 orang. Mereka menggelar demonstrasi di halaman gedung DPRD DIY, Jl. Malioboro Yogyakarta, Senin (9/5/2005). Demonstran tergabung dalam Forum Peduli Korban Sutet Kresen. Mereka memulai aksinya sejak pukul 11.00 WIB. Aksi itu tidak hanya diikuti oleh semua warga yang tinggal di Dusun Kresen yang berjumlah sekitar 30 kepala keluarga (KK), tapi juga diikuti ibu-ibu beserta anak-anaknya. Mereka mendatangi kantor dewan dari Dusun Kresen Bantul dengan menggunakan 3 buah mini bus dan belasan sepeda motor.Setelah tiba di gedung dewan, mereka langsung menggelar orasi dan happening art yang menggambarkan bahaya Sutet. Saat berlangsung orasi, para peserta aksi meneriakkan yel-yel 'Tolak Sutet' berkali-kali sambil mengacung-acungkan poster yang dibawanya. Selain itu mereka juga membawa sebuah replika jaringan Sutet lengkap dengan kabel dan tower listrik raksasa terbuat dari kayu.Beberapa spanduk yang dibawa antara lain bertuliskan 'Sutet di atas pemukiman Menyiksa dan Menyengsarakan Rakyat', 'Tolak Sutet di atas Pemukiman Warga'. Sedangkan poster yang dibawa bertuliskan cukup menarik. Yang paling banyak jadi perhatian adalah poster yang bertuliskan 'Sutet Datang, Birahiku Hilang'. Sejumlah poster lain bertuliskan 'PLN Jangan Arogan' dan 'Sutet Merusak Kesehatan.'Koordinator aksi Khairul Muhajir kepada wartawan mengatakan, sebagian besar warga Kresen tetap menolak wilayahnya dilewati jalur Sutet 500 KV. Sebab, wilayah itu merupakan pemukiman padat penduduk. Sutet seharusnya tidak lewat Kecamatan Bantul dan sekitarnya. Saat ini, masih banyak daerah yang jarang penduduk yang bisa dilewati, misalnya melewati wilayah selatan atau di perbukitan. "Tapi oleh PLN, itu tidak dilakukan, justru melewati Dusun Kresen yang padat penduduknya," kata Khairul.Menurut dia, saat ini ada pihak-pihak tertentu, terutama oknum aparat pemerintahan yang melakukan intimidasi kepada warga yang menolak pembangunan Sutet. Bahkan ada yang mengklaim dan mengambil keuntungan dengan mengatakan kepada pihak kontraktor dan PLN bahwa warga sudah menyetujui.Dalam dialog dengan massa, Ketua DPRD DIY H. Djuwarto yang didampingi Wakil Ketua DPRD Hj Iztianah ZA berjanji membantu penyelesaian masalah pembangunan Sutet yang melintasi rumah warga Kresen. DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait, terutama PLN dan kontraktor. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads