Kondisi ini terlihat di sejumlah titik jalan pada jam-jam sibuk, salah satunya di Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur. Berdasarkan pantauan detikcom dari mulai perempatan PGC hingga pertigaan dekat RS Budhi Asih, pemotor kerap melintasi trotoar.
"Ini setiap hari (pagi hari) kayak gini (pemotor naik ke trotoar)," kata salah satu pejalan kaki, Jafar, saat ditemui di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Kamis (27/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemotor menerobos trotoar di Jl Dewi Sartika, Jaktim, Kamis (27/7/2017) Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom |
Sebagian pemotor menerobos naik ke trotoar karena tak sabar menghadapi macet di ruas jalan tersebut. Ulah para pemotor itu tentu mengganggu pejalan kaki.
"Ya jelas terganggulah, ngerilah ini, apalagi kalau lihat ibu-ibu jalan, terus anak-anak. Takutlah," sambungnya.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencanangkan bulan tertib trotoar pada Agustus 2017. Bulan tertib trotoar dicanangkan guna meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk mengembalikan fungsi trotoar.
Jafar menyambut baik hal itu, namun juga menginginkan polisi menindak tegas pemotor yang nekat naik trotoar.
"Kalau bisa itu ditindak, ditilang diberi denda. Jangan hanya ditindak saja nggak ada kelanjutan. Jadi memang harus disiplin," kata dia.
Pemotor menerobos trotoar di Jl Dewi Sartika, Jaktim, Kamis (27/7/2017) Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom |
Sama dengan Jafar, Nurhayati (50) mengaku sangat terganggu oleh banyaknya pemotor yang naik trotoar. Menurut Nurhayati, pemotor tak bisa beralasan mengejar waktu ke kantor.
"Ya gimana ya mereka ini kan buru-buru. Ya ini untuk mereka aja kalau nggak ingin macet, takut terlambat berangkat kerja ya harus berangkat lebih awal gitu," ujar Nurhayati.
(ibh/fdn)












































Pemotor menerobos trotoar di Jl Dewi Sartika, Jaktim, Kamis (27/7/2017) Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Pemotor menerobos trotoar di Jl Dewi Sartika, Jaktim, Kamis (27/7/2017) Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom