"Nanti terserah Kapolda baru. Yang jelas, saya sudah maksimal," ujar Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/7/2017).
Perwira tinggi yang kini menjabat sebagai Asops Kapolri itu menyampaikan pihaknya telah memeriksa saksi-saksi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. "Sudah pemeriksaan dan sampai saksi ahli, sudah saya sampaikan. Terserah saja, saya tak ikut campur lagi soal kasus itu," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama pengusutan kasus itu, Iriawan menghadapi tekanan dari massa yang pro-Rizieq. Banyak pihak yang berseberangan dengannya, mengkritiknya dengan pedas, bahkan sampai terlibat 'perang' di media sosial.
Namun bagi lulusan Akpol 1984 itu, hal tersebut tidak menjadi masalah. Banyaknya ancaman, menurutnya, adalah sebuah risiko dalam bertugas.
"Ya, itu risiko ya, nggak jadi masalah. Buktinya, saya masih sehat juga, kan. Saya percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berdoa dan saya masih sehat-sehat saja," tuntasnya. (mei/dhn)











































