Peluang Soeharto Sembuh 50:50
Senin, 09 Mei 2005 12:46 WIB
Jakarta - Meski membaik, tapi Soeharto bisa dibilang masih kritis. Ini karena pendarahan ususnya masih terus terjadi. Peluang sembuh Soeharto fifty-fifty. Soeharto dilarikan ke RS Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, sejak Kamis (5/5/2005) lalu. Dia mengalami pendarahan usus. Tapi, akibat penyakit ini, organ-organ tubuh lainnya, seperti jantung dan paru-paru juga terganggu. Sampai Senin (9/5/2005), kondisinya membaik. Tapi, Soeharto masih lemah dan belum stabil. "Kondisi belum stabil. Peluang sembuh fifty-fifty," kata Kepala Tim Dokter Kepresidenan dr Marjo Soebiandono kepada wartawan di RSPP, Senin (9/5/2005). Menurut Marjo, Soeharto masih terus ditangani tim dokter. "Selama pendarahan usus masih terus berlangsung, berarti kondisi Pak Harto masih kritis," ungkapnya. Saat ditanya apakah ada kemungkinan dibawa ke luar negeri, Marjo menyatakan, sampai saat ini pihak RSPP melarang Soeharto dibawa ke luar. "Pak Harto tidak diizinkan keluar sampai pendarahan berhenti. Kecuali kalau atas persetujuan keluarga," ungkapnya. Sementara itu sampai pukul 12.40 WIB, sejumlah orang penting masih terus menjenguk penguasa Orde Baru itu. Setelah Menko Kesra Alwi Shihab meninggalkan RSPP, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga tampak datang menjenguk. Seusai menjenguk Soeharto, Sutiyoso menyampaikan, kondisi Soeharto lebih baik dibandingkan hari sebelumnya. Tapi, Soeharto masih dipasangi infus dan selang transfusi darah. Soeharto tampak terbaring lemah.
(asy/)











































