Soeharto Terus Dirawat, Masih Alami Pendarahan Usus

Soeharto Terus Dirawat, Masih Alami Pendarahan Usus

- detikNews
Senin, 09 Mei 2005 12:08 WIB
Jakarta - Penyakit Soeharto kali ini cukup parah. Tim dokter belum bisa memastikan kapan penguasa Orde Baru ini bisa meninggalkan RS Pusat Pertamina (RSPP). Kondisi Soeharto belum stabil, masih terjadi pendarahan di usus dan sesak nafas.Di RSPP, Jakarta Selatan, Soeharto dirawat di kamar 604, lantai 6, kelas VVIP. Dia dirawat sejak Kamis (5/5/2005) lalu. Sejumlah dokter ahli menangani mantan orang kuat ini. Hingga Senin (9/5/2005), kondisi Soeharto masih belum stabil. Karena itu, Soeharto yang kini berusia 84 tahun itu masih belum diprediksi kapan akan meninggalkan RSPP.Kondisi Soeharto terakhir ini disampaikan tim dokter yang menangani Soeharto dalam konferensi pers di ruang auditorium RSPP, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2005). Dalam jumpa pers ini hadir dr Suci Maryono (Direktur Utama RSPP), dr Marjo Soebiandono (Ketua Tim Dokter Kepresidenan), dr Yuniarti Hatta (ahli jantung), dr Winarni Hudoro (ahli ginjal), dr Med Waldemar Simanjuntak (ahli gastroendologi/penyakit dalam), dr Wid Patria (ahli syaraf), dan dr Suryo Atmojo Saleh (ahli syaraf). Hadir juga Saadilah Mursyid sebagai perwakilan keluarga Cendana.Dalam jumpa pers itu disebarkan siaran pers tertulis yang menjelaskan kondisi Soeharto. Dia disebutkan mengalami pendarahan berulang pada saluran cerna yang mengakibatkan sel darah merah turun dan mempengaruhi pada organ-organ lain (otak, jantung, paru-paru dan ginjal). Akibatnya timbul sesak nafas. Karena itu perlu perawatan intensif, transfusi darah, dan pengobatan untuk menghentikan pendarahan itu.Selain itu, juga dilakukan pencegahan komplikasi, yang salah satunya dapat timbul dan dapat memperburuk kondisi penyakit yang lama, akibat usia lanjut, dengan riwayat stroke yang berulang. Dan saat ini, kondisi Soeharto masih belum stabil, pendarahan masih terjadi. Sesak nafas juga masih terjadi, meski sudah berkurang. "Pak Harto masih mengalami pendarahan di usus, sesak napas masih terjadi, meski berkurang," kata dr Winarni.Saat masuk ke RSPP, kadar HB darah Soeharto hanya 7,8. Padahal normal HB antara 12-13. Penyakit utama Soeharto adalah pendarahan dari usus (bifertikolofis). Penyakit ini berupa tonjolan-tonjolan di usus besar yang berkantung-kantung, yang mengakibatkan penggesekan di usus besar sehingga mengalami penipisan dan pendarahan. Dan untuk menangani pendarahan di usus ini, Soeharto terus dilakukan transfusi darah. "Sampai sekarang sudah 1.600 cc," kata dr Winarni.Setelah dirawat beberapa hari ini, kadar HB Soeharto sudah naik, meski belum sampai pada batas normal. "Tadi pagi HB-nya sudah 10,8. Pak Harto sadar, tapi sangat lemah," kata dr Winarni. Saat ini, Soeharto tetap dipasangi alat pacu jantung."Beliau dirawat sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan, karena menunggu pendarahan usus benar-benar berhenti," kata dia. Penyakit yang diderita Soeharto ini juga terkait dengan usianya yang kini makin sepuh. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads