Gerindra: Tak Efektif Kami Terus Ada dalam Pansus Angket KPK

Gerindra: Tak Efektif Kami Terus Ada dalam Pansus Angket KPK

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 26 Jul 2017 12:29 WIB
Gerindra: Tak Efektif Kami Terus Ada dalam Pansus Angket KPK
M Syafii (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Eks anggota Pansus Hak Angket KPK dari F-Gerindra Muhammad Syafii mengatakan fraksinya keluar dari Pansus tak bermaksud supaya Pansus dibubarkan. Ia mengatakan Pansus tetap bisa berjalan.

"Kan berdasarkan pertimbangan kami, kami tidak bisa melanjutkan. Tapi bukan berarti kami berpikir harus membubarkan angket. Itu kan sudah keputusan paripurna," ujar Syafii di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Syafii mengatakan alasan fraksinya bergabung dengan Pansus awalnya ingin menghormati putusan rapat paripurna, 28 April lalu. Hanya, Gerindra kini merasa tidak bisa berkontribusi jika terus berada dalam Pansus.

"Tidak mungkin kami bisa melakukan upaya penguatan kalau berada di luar Pansus. Kenapa keluar? Pasti ada alasan-alasan yang menurut penilaian fraksi tidak efektif jika Gerindra terus berada di dalam Pansus," kata pria yang terkenal karena membaca doa dalam sidang tahunan MPR itu.

Keputusan Gerindra menarik diri dari Pansus Angket KPK tertuang dalam surat Fraksi Gerindra DPR yang bernomor A.1400/F.P-Gerindra/DPRRI/VII/2017. Gerindra pamit dari Pansus terhitung per 24 Juli 2017.

"Dengan ini, kami menyatakan mundur dari Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi terhitung mulai tanggal 24 Juli 2017," demikian bunyi penggalan surat tersebut.

Banyak alasan jadi pertimbangan Gerindra meninggalkan Pansus KPK. Salah satunya karena Pansus menemui napi koruptor di Lapas Sukamiskin, Bandung, beberapa waktu lalu.

"Saya udah bilang, kalau mengunjungi koruptor, maka Gerindra akan keluar. Kami melihat ada langkah Pansus yang salah," ujar anggota Komisi III F-Gerindra Desmond J Mahesa. (dkp/tor)


Berita Terkait