"Adanya Pansus Hak Angket KPK yang digagas oleh parpol pendukung Joko Widodo itu menunjukkan kalau sebenarnya Pak Joko Widodo itu buang badan atau menghindar, tidak mau mengintervensi parpol pendukung untuk membentuk Pansus Hak Angket," ujar Waketum Gerindra Arief Poyuono dalam pesan singkat, Rabu (26/7/2017).
Arief mengatakan keengganan Jokowi membicarakan Pansus Angket KPK berkaitan dengan status Setya Novanto, yang jadi tersangka KPK. Karena itu, Jokowi seperti enggan membicarakan hal ini dengan parpol pendukungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menilai Jokowi tak menganggap penting pelemahan KPK. Dia membandingkannya dengan pembahasan UU Pemilu.
"Pelemahan KPK bukan hal yang penting bagi Joko Widodo, beda dengan UU Pemilu, di mana Joko Widodo all out melakukan konsolidasi parpol pendukungnya karena dia punya kepentingan untuk melanggengkan kekuasaannya, dua periode, melalui mekanisme PT 20% sehingga Joko Widodo jadi calon tunggal," tutur Arief.
"Dia kayaknya nggak tertarik aja kali karena tidak ada manfaat bagi dirinya," ucapnya. (gbr/tor)











































