Meski Jadi Tersangka, Ustadz Roy Tolak Bantuan Hukum
Senin, 09 Mei 2005 11:31 WIB
Malang - Pimpinan Ponpes I'tikaf Ngaji Lelaku, Ustadz Muhammad Yusman Roy menolak segala bantuan hukum meski kini berstatus sebagai tersangka. Ustadz Roy masih menganggap ajaran salat dua bahasa yang digagasnya adalah benar, tidak sesat seperti yang dituduhkan banyak orang.Sejak ditangkap hari Jumat (6/5/2005), mantan petinju dan preman itu tidak didampingi siapa pun, baik penasihat hukum maupun kerabat dekatnya. "Bantuan hukum sudah banyak sekali yang menawarkan. Gus Roy menolak. Gus Roy tahu kalau dirinya benar dan Allah pasti akan membantu," kata istri Ustadz Roy, Supartini, kepada detikcom melalui telepon pukul 10.45 WIB, Senin (9/5/2005).Keteguhan mengajarkan salat dua bahasa tidak pernah surut meski ditentang banyak orang. Ustadz Roy yakin salat dengan dua bahasa itu benar. Ditambah, Ustadz Roy tidak pernah memaksakan ajaran itu kepada santri-santrinya.Semuanya tergantung keyakinan masing-masing individu. "Kita hanya menyampaikan. Semuanya terserah orang itu," tutur Supartini menyesalkan penangkapan suaminya.Supartini membantah kalau dirinya ikut diperiksa oleh polisi pada Minggu kemarin. Kedatangannya ke Mapolwil Malang untuk menjenguk suami dan mengantar anak-anaknya bertemu dengan bapaknya. "Gus Roy hanya pesan untuk jaga anak-anak, tabah dan tawakkal. Allah pasti akan menolong. Saya hanya bisa mendukung beliau dengan doa," ujarnya dengan nada suara yang tenang. Kondisi kesehatan Ustadz yang lengannya bertato ini sehat tanpa ada kekurangan apa pun. Supartini juga tidak mengetahui isi dakwaan terhadap Gus Roy karena dirinya tidak menanyakan hal tersebut kepada suaminya. "Saya nggak tanya. Saya pikir ini konsekuensi taat hukum dan harus tawakal," katanya.Sejak Roy ditangkap dan keluar SK Bupati Malang, segala macam kegiatan di Ponpes I'tikaf dilarang. Tapi masih banyak santri yang datang untuk memberikan simpati. Supartini juga menyerahkan segala macam urusan rezeki kepada Tuhan untuk menghidupi sembilan anaknya."Allah Maha Kaya. Untuk rezeki saya pasrahkan kepada Allah. Insya Allah, tanpa Roy saya masih bisa tetap makan," tuturnya.Untuk saat ini, Supartini lebih memperhatikan urusan anak-anaknya. Belum terpikirkan olehnya untuk mengurusi kegiatan dakwah di pesantrennya menggantikan suaminya. "Saya sendiri santri Ustadz Roy. Saya lebih memikirkan untuk mengurusi anak," ujar Supartini menutup wawancara.Ustadz Roy hingga hari ini masih diperiksa di Mapolwil Malang, Jl Raya Singosari. Kasusnya ditangani oleh Polres Malang, tapi lokasi pemeriksaan bertempat di Mapolwil. Roy ditetapkan menjadi tersangka kasus penodaan agama pada Sabtu (7/5/2005).
(atq/)











































