Di Semarang, diamankan lima warga China dari rumah mewah di Jalan Kawi Raya pada Senin (24/7) dini hari kemarin. Di rumah tersebut diamankan 80 pesawat telepon, modem, serta catatan beraksara China lengkap dengan nomor telepon.
Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan, dari informasi yang diterima, ada beberapa lokasi di Indonesia yang menjadi markas modus para WNA untuk menipu warga di negara asal masing-masing. Salah satu lokasinya di wilayah hukum Polda Metro Jaya sehingga dilakukan penyelidikan lebih dalam untuk keterkaitannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, lima WNA yang dibekuk di Semarang malam ini sudah diserahkan ke kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang untuk penanganan keimigrasiannya. Namun, menurut pengakuan para WNA itu, paspor mereka dibawa oleh WNA lain yang kini masih jadi buron.
"Kelima WNA ini diserahkan ke Imigrasi dan akan dikembangkan," ucapnya.
Kasi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang Oki Setiawan menambahkan, pihaknya akan melakukan detensi atau penahanan terhadap lima WNA tersebut dan mencari tahu visa apa yang mereka pakai untuk datang ke Indonesia.
"Akan dilakukan pendetensian di ruang Imigrasi Kelas 1 Semarang. Kita belum tahu dokumen apa, visa apa, baru tahu nama," kata Oki. (alg/rvk)











































