Jaringan WNA Penipu di Semarang Diduga Ada di Sejumlah Daerah

Jaringan WNA Penipu di Semarang Diduga Ada di Sejumlah Daerah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 26 Jul 2017 02:14 WIB
Jaringan WNA Penipu di Semarang Diduga Ada di Sejumlah Daerah
Pelimpahan lima WNA yang diamankan Polrestabes Semarang kepada pihak Imigrasi Kelas 1 Semarang (Angling/detikcom)
Semarang - Penipuan modus telepon yang dilakukan warga negara China diduga dilakukan di beberapa daerah. Polrestabes Semarang berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya mencari keterkaitan kasus serupa di daerah masing-masing.

Di Semarang, diamankan lima warga China dari rumah mewah di Jalan Kawi Raya pada Senin (24/7) dini hari kemarin. Di rumah tersebut diamankan 80 pesawat telepon, modem, serta catatan beraksara China lengkap dengan nomor telepon.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan, dari informasi yang diterima, ada beberapa lokasi di Indonesia yang menjadi markas modus para WNA untuk menipu warga di negara asal masing-masing. Salah satu lokasinya di wilayah hukum Polda Metro Jaya sehingga dilakukan penyelidikan lebih dalam untuk keterkaitannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah koordinasi dengan Polda Metro. Info sementara yang kami dapatkan, ada beberapa lokasi dan tempat di Republik Indonesia yang memiliki modus yang sama. Itu akan dikembangkan dan didalami. Apakah betul terikat satu jaringan," kata Abiyoso di Mapolrestabes Semarang, Selasa (25/7/2017) malam.

Sementara itu, lima WNA yang dibekuk di Semarang malam ini sudah diserahkan ke kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang untuk penanganan keimigrasiannya. Namun, menurut pengakuan para WNA itu, paspor mereka dibawa oleh WNA lain yang kini masih jadi buron.

"Kelima WNA ini diserahkan ke Imigrasi dan akan dikembangkan," ucapnya.

Kasi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang Oki Setiawan menambahkan, pihaknya akan melakukan detensi atau penahanan terhadap lima WNA tersebut dan mencari tahu visa apa yang mereka pakai untuk datang ke Indonesia.

"Akan dilakukan pendetensian di ruang Imigrasi Kelas 1 Semarang. Kita belum tahu dokumen apa, visa apa, baru tahu nama," kata Oki. (alg/rvk)


Berita Terkait