"Ya, kalau survei itu kan hanya salah satu referensi ya hari ini. Kan mau mengukur sesuatu, apa lagi kalau bukan survei. Tapi survei itu bukan segalanya. Kalau lagi tinggi, jangan takabur, terus berupaya, sosialisasi, meningkatkan elektabilitas, mendekatkan diri ke masyarakat," kata Ridwan di Studio G7 Trans7, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017).
Ridwan mengaku tak berlebihan merespons hasil survei itu. Meski begitu, dia berharap posisinya dalam persaingan merebut kursi nomor satu di Jabar tetap stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait komentar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang menyebut pemenang di survei akan jadi urutan ketiga di pilgub, Ridwan juga tak ambil pusing. Menurutnya, posisi perolehan suara di Pilgub Jabar nanti tak bisa diperhitungkan secara ilmiah.
"Ya, karena nggak ada yang sangat ilmiah ya di dunia ini kalau urusan politik. Kecuali, kan banyak juga survei berbalik di kemudian hari dan sebagainya. Intinya, apa pun yang terjadi, yang penting kita sudah kerja keras. Apakah hasil kerja kerasnya tetap nomor satu atau malah berbalik, ya wallahualam. Kalau Allah sudah menakdirkan jadi, insyaallah jadi. Kalau Allah menakdirkan tidak jadi, kita ngotot-ngotot juga tetep nggak jadi," imbuh dia.
Hingga kini Ridwan juga belum bisa memastikan siapa yang bakal jadi pasangannya dalam Pilgub Jabar nanti. Dia menyerahkan keputusan itu pada partai pengusung.
"Belum ada, karena partai-partai yang mengusung minta waktu untuk menentukan," pungkasnya. (abw/rvk)











































