Protes Rekannya Ditilang di JLNT, Driver Ojek Online Tutup Jalan

Protes Rekannya Ditilang di JLNT, Driver Ojek Online Tutup Jalan

Dewi Irmasari - detikNews
Selasa, 25 Jul 2017 13:07 WIB
Protes Rekannya Ditilang di JLNT, Driver Ojek Online Tutup Jalan
Protes tilang di JLNT Casablanca, driver ojek online menutup jalan. (Rezak12/pasangmata.detik.com)
Jakarta - Sejumlah pengemudi (driver) ojek online sempat menutup Jalan Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan karena mereka memprotes tilang yang diberikan kepada rekannya.

"(Jalan) sengaja ditutup sama ojek online yang nggak terima. Makanya polisinya udahan, tilangannya kelar," kata salah satu driver ojek, Arief, saat ditemui di lokasi, Selasa (25/7/2017).

Peristiwa ini terjadi pada pukul 10.00-11.00 WIB. Driver ojek online sempat menutup tiga lajur Jalan Casablanca sehingga menyebabkan kemacetan di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah driver ojek online yang tutup jalan bertambah sedikit demi sedikitJumlah driver ojek online yang menutup jalan bertambah sedikit demi sedikit. (Rezak12/pasangmata.detik.com)

Protes para pengemudi itu akhirnya dibubarkan polisi. Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi pada pukul 12.00 WIB, kondisi lalu lintas sudah kembali ramai lancar.

Arief mengatakan peristiwa ini bermula pada Senin (24/7) lalu. Arief mengatakan ada dua polisi yang mengendarai motor trail menyuruhnya masuk ke jalur cepat.

[Gambas:Video 20detik]

Arief, yang sedang mengantar penumpang, mengaku sudah menyalakan lampu sein sebelah kiri. Dia tidak ingin masuk ke Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca. Arief mengaku tak menyangka ternyata ada razia polisi di ujung JLNT tersebut.

"Kemarin saya mau nganter penumpang dari Tebet ke Palmerah. Saya nggak mau masuk ke atas, saya udah sein kiri. Terus ada dua motor polisi, motor trail gitu. Kata dia masuk aja jalur cepat. Kita masuk jalur cepat. Pas di sana, dikumpulin di ujung. Dicabut kuncinya (karena ditilang)," ungkapnya.

Jumlah mereka semakin banyak hingga membuat Jalan Casablanca tertutupJumlah mereka semakin banyak sehingga membuat Jalan Casablanca tertutup. (Rezak12/pasangmata.detik.com)

Hal senada diungkapkan Ari, yang juga driver ojek online. Ari mengatakan semestinya polisi berjaga di pintu masuk JLNT Casablanca sehingga pengemudi motor tidak akan berani melintasi JLNT. Sedangkan jika polisi menjaga di titik akhir JLNT, Ari menganggap hal itu sebagai 'jebakan Batman'.

"Emang ada tandanya (plangnya). Kalo emang polisi itu jaganya di pintu masuk, jangan di pintu turun itu harapan kita. Jadi jangan jebakan. Satu orang polisi juga cukuplah. Mau nggak mau, masyarakat nggak masuk. Jangan kayak 'jebakan Batman'. Mau nggak mau, pengendara itu salah," ungkapnya.

Kepala Tim Penertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Katim I Tibcar) Polda Metro Jaya Kompol Hari Admoko membenarkan peristiwa ini. Dia mengatakan para driver ojek online ingin temannya tidak ditilang.

Mereka berkumpul hingga menutup jalan. Menurutnya, hal ini tidak dapat dibenarkan karena melanggar aturan lalu lintas.

"Mereka pengen agar temennya tidak ditilang. Mereka aksi, jadi awalnya kita melakukan penindakan terhadap roda dua yang melanggar lalu lintas, seperti biasa. Nah, teman-temannya ini pada ngumpul di sekitar depan lokasi (Kota Kasablanka) sampai jadi banyak dan menutup jalan. Tentunya ini melanggar ya tidak dibenarkan," tutur Hari di lokasi yang sama. (jbr/fjp)


Berita Terkait