Bareskrim Periksa Karen Agustiawan Terkait Kasus Aset Pertamina

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 25 Jul 2017 10:48 WIB
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Bareskrim hari ini memeriksa dua saksi kasus dugaan korupsi pelepasan aset milik Pertamina, yakni tanah seluas 1.088 meter persegi. Salah satunya mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan.

"Hari ini Bu Karen, mantan Dirut Pertamina, kami periksa dalam kasus penjualan tanah Simprug sebagai saksi," kata Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Indarto lewat pesan singkat, Selasa (25/7/2017).

Selain Karen, mantan Direktur Umum PT Pertamina Waluyo diperiksa sebagai saksi. Waluyo merupakan atasan Senior Vice President (SVP) Asset Management PT Pertamina (Persero) Gathot Harsono, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Termasuk juga Pak Waluyo, mantan direktur umum, atasannya Gathot tersangka," ujarnya.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul sebelumnya mengatakan pelepasan aset tanah tersebut terjadi pada 2011. Sedangkan penetapan Ghatot sebagai tersangka di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada 15 Juni 2017. Ghatot menjadi tersangka berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) Nomor Sprin.Sidik/129.a/VI/2017/Tipidkor.

Menurut Martinus, penyidik akan melengkapi berkas dan melimpahkannya ke Kejaksaan Agung. Hingga saat ini polisi sudah memeriksa 25 saksi yang diduga mengetahui dugaan perbuatan korupsi Gathot, memeriksa dua ahli, menggeledah kantor Pertamina, menyita dokumen, dan mengantongi audit dari BPK RI.

"Perhitungan kerugian negara dari BPK RI senilai Rp 40,9 miliar," ujar Martinus dalam pesan singkat, Kamis (20/7). (aud/idh)