Salah satu WNA, Zhan Zhi Hao di sela pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang mengatakan dirinya dijanjikan oleh seseorang untuk bekerja di Bali. Namun ia ternyata dibawa ke Semarang tepatnya di rumah mewah Jalan Kawi Raya nomor 48, Candisari.
"Ditipu orang bisa sampai di sini. Dari China tidak tahu apa-apa," kata Zhan Shi Hao lewat penterjemah, Senin (24/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Semarang, ia bersama WNA asal Tiongkok lainnya disodori sejumlah pesawat telepon dan kertas. Di dalam kertas tersebut terdapat kalimat yang harus dihafal dan juga nomor telepon. Dengan telepon tersebut mereka melakukan praktik penipuan dengan sasaran korban yang berada di negara asalm mereka.
Setidaknya ada 5 WNA yang diamankan Polrestabes Semarang. Mereka datang ke Semarang sekitar sebulan lalu. Mereka beraksi di rumah sewaan dan mengaku tidak terlalu paham siapa bos mereka. Paspor dan identitas pun ada yang dibawa oleh orang yang mengundang mereka ke Indonesia dan saat ini orang tersebut sedang diburu polisi.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan dugaan 5 WNA yang diamankan itu merupakan korban perdagangan manusia memang ada. Meski demikian hal itu masih perlu dibuktikan lebih lanjut.
"Malam ini didalami kembali. Satu sisi mereka bisa dikatakan korban human trafficking. Di sisi lain mereka sindikat, pelaku walau korban tidak di negara kita," kata Abiyoso.
Selain Zhan Zhi Hao, 4 WNA lainnya yang diamankan yaitu Cheng Wei (30), Cheng Kang (29), Cheng Guan Lin (30), dan Shen Zhon (39). Mereka mengakui hal serupa yaitu dijanjikan pekerjaan enak di Indonesia.
"Yang mengundang, mendatangkan masih dalam pencarian. Termasuk siapa yang menyiapkan rumah di jalan Kawi, siapa yang melakukan interaksi pemilik dan penyewa," kata dia.
Untuk diketahui, "markas" penipuan modus telepon terbongkar karena 2 dari 5 WNA tersebut berusaha kabur dengan melompat tembok. Warga yang melihat melaporkan ke ketua RT dan diteruskan kepada kepolisian.
Polisi datang ke lokasi dan menemukan sekitar 80 pesawat telepon, modem, alat elektronik lainnya serta berkas-berkas beraksara China. Ada 3 WNA yang diamankan dari rumah tersebut, kemudian 2 WNA yang berusaha kabur juga diamankan. (alg/dkp)











































