Pemkot Tangerang Terus Berupaya Jadi Kota Layak Anak

Pemkot Tangerang Terus Berupaya Jadi Kota Layak Anak

Niken Widya Yunita - detikNews
Senin, 24 Jul 2017 18:30 WIB
Pemkot Tangerang Terus Berupaya Jadi Kota Layak Anak
Pemkot Tangerang mendapat penghargaan Kota Layak Anak (Foto: dok. Pemkot Tangerang)
Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dianugerahi sebagai Kota Layak Anak (KLA). Mereka juga menempatkan wakilnya, yaitu Meycan, siswi SMA Negeri 11 Kota Tangerang, sebagai duta anak mewakili Provinsi Banten.

Dalam keterangan tertulis dari Pemkot Tangerang, Senin (24/7/2017), Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah bersyukur upaya pemkot dalam mewujudkan KLA diapresiasi oleh pemerintah pusat. Bahkan prestasi anak Kota Tangerang sangat membanggakan dengan hadirnya Meycan, yang turut unjuk gigi di hadapan Presiden Joko Widodo di puncak Hari Anak Nasional pada Minggu (23/7/2017).

Kedua pencapaian tersebut, tutur Arief, diharapkan dapat semakin memberikan motivasi pada pemkot serta masyarakat untuk terus berupaya mewujudkan KLA yang mampu mempersiapkan generasi masa depan. Karena itu, ke depan, anak-anak di Kota Tangerang dapat menjadi generasi pemimpin yang bermanfaat dan mampu memajukan bangsa dan kotanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak sebagai aset masa depan, tentu harus dipersiapkan dengan baik. Kami akan terus upayakan agar KLA di Kota Tangerang semakin baik lagi, di mana hak para anak terjamin dengan baik," ujar Arief seusai acara malam penganugerahan KLA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) di Convention Hall SKA Co Ex, Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/7/2017).

Oleh karena itu, Pemkot Tangerang terus menata berbagai fasilitas publik tak terkecuali ruang-ruang yang layak bagi anak-anak agar dapat berinteraksi dan tumbuh kembang dengan baik. Seperti taman-taman, karena menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi daerah-daerah dalam mewujudkan KLA. Salah satunya adanya taman kota. Tercatat hingga 2016, terdapat 153 taman.

Menurut Yohana, selain sebagai ruang terbuka hijau, sarana taman kota bisa digunakan sebagai pusat kegiatan, menjadi taman bacaan, atau tempat anak-anak berlatih musik. "Yang jelas, segala hal positif bisa menaungi anak-anak di setiap daerah dan komitmen pemimpin daerah untuk memenuhi hak anak," kata Arief.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana, Rachmat Hadis, menambahkan, pihaknya terus meningkatkan peran serta anak dalam segala hal dan melalui program-program yang mendukungnya. Seperti kampung anak, Forum Anak Kota Tangerang, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), festival anak hingga memberikan ruang layak anak seperti di sekolah-sekolah, maupun di pusat pelayanan seperti puskesmas, rumah sakit umum, dan kantor kecamatan.

"Taman-taman juga kami coba maksimalkan sebagai ruang interaksi dan kreativitas bagi para anak, sehingga Kota Tangerang dan Indonesia akan semakin layak bagi tumbuh kembang anak," jelasnya. (nwy/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini