Pancasila, Generasi Muda dan Pendidikan Tinggi Kelas Dunia

Mega Putra Ratya - detikNews
Senin, 24 Jul 2017 16:49 WIB
Sidarto Danusubroto/Foto: Rengga Sancaya-detikcom
Jakarta - Keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan suatu hal yang unik dan kaya. Keragaman di Indonesia merupakan Unique Selling Proposition (USP), keunikan dengan nilai jual yang tinggi.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto dalam keterangan tertulis dari President University, Senin (24/7/2017). Sidarto mengungkapkan itu dalam orasi ilmiah dalam acara wisuda President University di Jababeka Convention Center, Cikarang, Sabtu (22/7/2017).

Turut hadir dalam acara ini, Pendiri President University dan Jababeka Group SD Darmono, Koordinator Kopertis Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman, AS, M.Pd, International Chancellor President University Dr Scott Younger, ODE, FICE, dan Rektor President University Dr Jony Oktavian Haryanto, SE, MM, MA.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Pancasila, Generasi Muda, dan Pendidikan Tinggi Kelas Dunia, Sidarto mengatakan diferensiasi ini menjadi modal yang penting untuk membangun bangsa ini menjadi besar. Bangsa Indonesia harus menumbuhkembangkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai living values dan jati diri bangsa.

"Bangsa ini tidak cukup hanya melahirkan generasi muda yang cerdas tetapi juga berakar dan memiliki jiwa kebangsaan yang kokoh. Statistik menunjukkan bahwa kurang dari 50 persen siswa yang berhasil melanjutkan ke pendidikan tinggi. Sementara itu, pada 2014, ada sekitar 36 ribu dari lebih dari 4 juta pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri. Untuk itu kita membutuhkan perguruan tinggi yang berkualitas dan berkelas dunia sehingga justru akan menarik mahasiswa asing untuk datang dan belajar di Indonesia," kata Sidarto.

Menurut Sidarto, sistem pendidikan yang berstandar internasional menjadi faktor penentu layak tidaknya perguruan tinggi Indonesia bersaing di kancah internasional. Faktor dasar internasionalisasi yang perlu ditingkatkan oleh universitas yakni sumber daya manusia, riset kolaboratif, dan infrastruktur.

Selain itu ia juga menambahkan tiga strategi dasar internasionalisasi universitas, yaitu konsolidasi internal, horisontalisme, dan kolaborasi global. Menutup orasi ilmiahnya, Sidarto berharap President University memiliki komitmen tinggi untuk berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia agar dapat bersaing di tingkat dunia.

Tema dari wisuda tahun ini yakni 'Building a Creative Workforce in the Era of Innovative Technologies'. Menurut Ketua Panitia acara wisuda sekaligus Dekan Fakultas Teknik President University Erwin Sitompul, tema tersebut dipilih untuk menggugah semangat para wisudawan. Bahwa di masa kini yang ditandai dengan revolusi di bidang informasi dan komputasi, yang menjadi batas bagi seseorang untuk berkontribusi bukan lagi kekuatan fisik dan kekuatan berfikir saja, akan tetapi juga ide-ide cemerlang yang harus diwujudkan.
 Tema dari wisuda tahun ini yakni 'Building a Creative Workforce in the Era of Innovative Technologies' Tema dari wisuda tahun ini yakni 'Building a Creative Workforce in the Era of Innovative Technologies' Foto: Dok President University

Penampilan Tari Piring dan Tari Jasmine, Gamelan, Orkestra, dan Paduan Suara dari mahasiswa President University turut menyemarakkan acara wisuda tahun ini. Selain itu, tiga orang perwakilan dari wisudawan menyanyikan sebuah lagu sebagai persembahan bagi peserta, orang tua, dan semua yang hadir di acara tersebut.

Tahun ini President University meluluskan 789 mahasiswanya yang terdiri dari program sarjana dan pascasarjana, di mana 65 wisudawan di antaranya berkebangsaan asing. Ini merupakan angka kelulusan tertinggi bagi President University hingga saat ini.

"Saya harap semua wisudawan dapat berperan dalam peningkatan kesejahteraan umat manusia, selalu relevan, dan menjadi solusi untuk lingkungannya," ungkap Erwin.

Gelar Wayang Kulit di Hari Jadi ke-15

Bukan hanya wisuda, President University juga merayakan hari jadinya yang ke-15 di hari yang sama. President University mengadakan pagelaran wayang kulit yang bertema 'Bima Sakti' untuk merayakan hari jadinya yang jatuh pada April lalu.

Pagelaran ini bertempat di President University dan akan dibawakan oleh Ki Radyo Harsono sebagai dalang. Selain dihadiri oleh pimpinan Jababeka dan President University, tamu kehormatan dari beberapa kedutaan besar negara lain di Indonesia, pemerintahan, dan semua elemen dari President University turut diundang dalam acara ini.
 Pancasila, Generasi Muda dan Pendidikan Tinggi Kelas DuniaFoto: Dok President University

Menurut Dr Jony Oktavian Haryanto, wayang kulit dipilih karena President University merupakan universitas internasional namun tetap tidak melupakan kearifan budaya lokal. Wayang kulit merupakan budaya lokal Indonesia yang sudah mendunia, diharapkan dengan pagelaran wayang ini President University tidak hanya menjadi 'menara gading', tetapi masyarakat umum juga bisa menikmati acara yang diselenggarakan ini.

Pagelaran wayang kulit ini juga merupakan sarana untuk mendidik dan membangun karakter dan kebijaksanaan mahasiswa sebagaimana misi President University untuk mendidik pemimpin masa depan yang tidak hanya dari sisi pengetahuan tapi juga karakter dan kebijaksanaan dengan harapan ke depannya President University dapat menjadi universitas kelas dunia yang mencetak pemimpin-pemimpin yang hebat.

Jony juga mengungkapkan bahwa President University menargetkan untuk menjadi 50 universitas terbaik di Indonesia dan menjadi universitas unggul di level dunia untuk ke depannya. Selain itu, dia juga berharap President University dapat memberikan manfaat yang besar.

"Siswa yang berkuliah di President University tidak hanya diberikan teori, namun juga dibekali dengan praktek di lapangan. President University terletak di kawasan industri dan didukung oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang dapat menjadi laboratorium hidup bagi para mahasiswa," ujar Jony. (ega/nwy)