Jokowi: Kita Perlu Drone dan Cyber Security

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 24 Jul 2017 16:20 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Agung Pambudhy)
Presiden Jokowi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI dan Polri untuk mempelajari kecerdasan buatan alias artificial intelligence. Rupanya Jokowi berpikir bahwa di masa depan, perubahan lanskap pertahanan dan keamanan pasti berubah.

"Apakah masih perlu tank? Apakah mungkin sudah berubah jadi drone dan cyber security yang diperlukan? Untuk apa? Kan negara ini besar dengan 17.000 pulau," kata Jokowi usai acara pembekalan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (24/7/2017).

Menurut Jokowi, drone dan cyber security diperlukan pula untuk memantau wilayah perbatasan dan hutan. Di wilayah itu, kata Jokowi, bisa saja menjadi tempat persembunyian teroris.

"Kemudian melihat benda benda yang mencurigakan di laut, entah kapal atau lainnya sehingga memang, perubahan-perubahan seperti itu harus kita pikirkan. Apakah masih diperlukan tank dan lain-lain, apakah memang kita harus berubah?" ungkap Jokowi.

Intinya Jokowi menekankan bahwa para Capaja harus memiliki visi perubahan. Sehingga ancaman pertahanan dan keamanan bisa ditangkal.

"Calon perwira yang besok akan dilantik di Istana ini kan masih muda-muda artinya mereka harus memiliki visi ke depan seperti apa karena tadi saya sampaikan lansekap ekonomi, politik, lanskap ancaman pertahaman dan keamanan kita pasti sudah berubah," tutur Jokowi. (bpn/ams)