"Saya baru sampai ke daerah ini. Saya ingin keliling dulu melihat potensi daerah ini. Seharusnya sore ini saya kembali ke Jakarta. Tapi karena melihat indahnya Labuan Bajo saya batalkan kepulangan saya. Saya ingin menginap di sini," kata OSO dalam keterangan tertulis dari MPR, Senin (24/7/2017).
OSO mengatakan itu saat berada di Kantor Bupati Manggarai, Labuan Bajo, NTT, hari ini. Dia mengakui bahwa kedatangannya ke Labuan Bajo memang ingin melihat daerah ini secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu OSO berharap dalam pilkada gubernur NTT yang akan datang bisa terpilih calon kepala daerah NTT yang bisa memperhatikan potensi NTT. "Pemimpin yang berpihak kepada rakyat bukan mendahulukan kepentingan partai politik," ucapnya.
Ketika sosialisasi Empat Pilar MPR, OSO mengakui bahwa NTT masih tertinggal dibanding daerah lainnya. "Kemakmuran masih jauh panggang dari api. Ini karena kerusakan sistem. Ini yang sedang dibenahi pemerintah sekarang. Pemerintah memikirkan pembangunan di seluruh pelosok Tanah Air termasuk NTT," papar OSO.
OSO mencontohkan perbatasan antara NTT dan Timor Leste. Dulu perbatasan Indonesia di NTT dengan Timor Leste kumuh dan kotor. Bila ke perbatasan, orang berfoto dengan latar belakang Timor Leste.
"Tapi sekarang wilayah perbatasan Indonesia sudah bagus. Ini menunjukkan pemerintah kita memikirkan pembangunan infrastruktur," ucap Ketua Umum Hanura ini.
Dalam kesempatan yang sama di lokasi yang berbeda, OSO melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR kepada 500 siswa SMK St Ignatius Loyola, Labuan Bajo, NTT. Menurut OSO, para siswa tidak mengetahui apa dan bagaimana perjuangan para pendiri bangsa pada tahun 1945.
"Generasi muda sekarang tidak tahu karena mereka tidak terlibat dalam perjuangan tahun 1945. Tapi mereka harus mengetahui sejarah. Dan (sejarah) itu ada dalam sosialisasi Empat Pilar MPR," katanya yang didampingi anggota MPR Zainut Tauhid (PPP), Abraham Paul Liyanto (DPD), dan Ibrahim Agustinus (DPD).
MPR, lanjut OSO, telah membentuk Badan Sosialisasi untuk melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR. "Kita telah membentuk tim untuk melaksanakan sosialiasasi Empat Pilar MPR seperti hari ini di Labuan Bajo. Kita terus menerus melakukan sosialisasi dan tidak boleh terputus," kata OSO.
Dia mengakui bahwa banyak orang yang telah mengetahui sosialisasi Empat Pilar MPR yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Tapi banyak juga yang lupa. Karena itu sosialisasi ini untuk mengingatkan kembali pada nilai-nilai empat pilar," tuturnya.
OSO memberi contoh tentang kemajemukan Indonesia dalam suku, agama, adat istiadat, dan budaya. "NKRI tidak melihat suku, agama, asal-usul. Semua itu sudah selesai. Mari kita bersatu untuk NKRI," pintanya.
(nwy/ega)











































