Kelompok Oposisi Sangkal Terlibat Ledakan di Myanmar

Kelompok Oposisi Sangkal Terlibat Ledakan di Myanmar

- detikNews
Senin, 09 Mei 2005 05:50 WIB
Jakarta - Kelompok oposisi di Myanmar menyangkal terlibat dalam 3 ledakan di Burma pada hari Minggu (8/5/2005), yang menewaskan sedikitnya 11 orang serta menyebabkan 162 orang luka-luka. Ledakan ini adalah yang terburuk selama puluhan tahun.Sebelumnya, tentara Myanmar menyalahkan kaum pemberontak etnis, termasuk Karen National Union dan Shan Statte Army, serta pemerintahan bentukan oposisi, National Coalition Government of the Union of Burma (NCGUB). Namun, kelompok oposisi telah menyangkal tuduhan tersebut. "Kami menolak tuduhan dari militer ini," kata salah seorang menteri NCGUB, Sann Aung, seperti dilansir Associated Press, Senin (9/5/2005). "Kami tidak pernah terlibat dalam terorisme maupun ledakan bom," tegasnya.Aung malah menduga, kelompok junta yang berada di balik ledakan itu, sebagai bagian kampanye "terorisme melawan rakyat".Salah satu surat kabar nasional Myanmar menyatakan, teroris telah meletakkan bom waktu dalam sebuah tas yang ditemukan di bawah sebuah kursi pada gedung konvensi, di mana acara pameran dan bazaar Thailand tengah berlangsung. Selain itu, ledakan juga terjadi di dua buah supermarket.Tentara dan aparat kepolisian telah menutup lokasi kejadian, sedangkan 122 warga negara Thailand dievakuasi oleh pesawat C-130 milik tentara Thailand. Warga diminta waspada terhadap adanya ledakan lanjutan. (ast/)


Berita Terkait