DetikNews
Senin 24 Juli 2017, 10:33 WIB

NasDem Nasihati PAN: Tarik Saja Menteri dari Kabinet Kerja

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
NasDem Nasihati PAN: Tarik Saja Menteri dari Kabinet Kerja Foto: dok. Komisi III dari Fraksi NasDem, Teuku Taufiqulhadi
Jakarta - Kritik dari partai koalisi pemerintah datang lagi untuk PAN terkait dengan perbedaan sikap dalam rapat paripurna pengesahan UU Pemilu, Kamis (20/7/2017) lalu. Partai NasDem menyebut PAN seperti 'cari enaknya saja' dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla (JK).

Anggota Dewan Pakar NasDem, Teuku Taufiqulhadi, menasihati PAN agar segera angkat kaki dari koalisi pemerintahan. Menteri dari PAN, yakni MenPAN-RB Asman Abnur, diminta mundur dari kabinet Jokowi-JK.

"Saya menasihati saja ya. Saya menasihati PAN, PAN lebih baik mengundurkan diri saja dari kabinet," kata Taufiqulhadi kepada wartawan, Senin (24/7).


Taufiqulhadi menyarankan PAN mundur dari kabinet demi kebaikan partai berlambang matahari itu sendiri. Ia menyinggung soal Pilpres 2014, ketika PAN memajukan kadernya. Dia lantas menyebut bergabungnya PAN ke koalisi sekadar mencari untung.

"Dalam pilpres sebelumnya itu, sejumlah partai bergabung untuk mendukung kader PAN sebagai wapres. Jadi, dalam koalisi pilpres yang lalu, PAN adalah merupakan partai utama, dia ada kadernya yang didukung partai lain," ucap Taufiqulhadi.

"Sekarang dia meninggalkan teman-temannya hanya untuk memperoleh kursi di tempat lain. Itu adalah citranya, menurut saya tidak baik. Itu sekadar dia mengejar-ngejar kursi," katanya.

Karena itu, Taufiqulhadi sangat menyarankan PAN mundur dari koalisi parpol pendukung Jokowi-JK. Jika tidak, PAN akan dicap sebagai partai yang hanya mencari untung.

"Ini nasihat saya, mengundurkan diri saja. Yang baik itu, itu jalan terbaik, menarik diri saja dari kabinet. Nanti dianggap partainya pragmatis sekali, mencari-cari kursi saja," ujar Taufiqulhadi. PAN kini memiliki satu kursi di Kabinet Kerja. Kursi itu diduduki Menteri PAN-RB Asman Abnur.

Sikap PAN yang terus-terusan berbeda dengan pemerintah dalam satu pembahasan isu krusial membuat koalisi jengah. Mereka mengaku tidak nyaman atas sikap PAN tersebut. Terakhir, PAN malah ikut WO dengan partai non-koalisi dalam pembahasan UU Pemilu.

PAN bukannya tak membela diri. Partai itu pernah mengumbar data dukungan ke Jokowi. Peluru serangan balik ke PDIP juga sudah dilepas. Namun sepertinya pernyataan Jokowi soal janji Zulkifli mendukung pemerintah dalam UU Pemilu membuat PAN mawas.

Jokowi, yang selama ini seolah diam atas sikap PAN, akhirnya buka suara di publik. Tak tanggung-tanggung, Jokowi mengungkap isi pertemuannya dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan sehari menjelang pengambilan keputusan UU Pemilu di DPR pada Kamis (20/7).

"Untuk PAN, supaya diketahui bahwa sehari sebelumnya sudah bertemu dengan saya. Dan sudah menyampaikan kepada saya untuk mendukung (pemerintah)," kata Jokowi di arena Mukernas PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7).
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed